Semua kalangan akan tergambarkan jika mendengarkan satu kata tentang Persib, tim kesayangan warga Jawa barat bahkan bisa dikatakan seluruh Indonesia diyakini akan takjub dan kagum mendengar nama klub ini. Tidak diragukan lagi ketenaran klub ini sudah merambah pesepak bolaan dunia, seluruh anak laki-laki pasti akan mendambakan berbaju dan membela Persib terkhusus yang menyukai olahraga sikulit bundar dan menjadikanya sebagai jalan hidup.
Apabila melihat susunan pemain beberapa tahun kebelakang, Persib sering kali diisi oleh pemain-pemain yang berlebel, bahkan seorang anak asli tataran sunda pun menjadi kalah bersaing, menjadi pemanis bangku cadangan, dan hanya menjadi pelengkap tim bisa dikatakan begitu, mengapa? semua ini bisa dikatakan karena kurang percayanya seorang pelatih, kurang eraninya pelatih dalam memainkan anak-anak asli didikan pesib. Sekarang kita lihat, Persib U-16 dan U-19 menjadi juara Liga 1 pada level kompetisi jenjang usia, ini menjadi cerminan dan menjadi pemicu seharusnya bahwa kita bisa memaksimalkan usia-usia didikan persib untuk membela di tim senior.
Tak sombong bila kita katakan ada beberapa pemain dari luar Bandung dan menjadi bagian Persib karena hati dan jiwanya benar-benar untuk persib. Ya kita harus bisa memaksimalkan itu agar anak-anak asli didikan Persib di Tatar Sunda ini menjadi pemicu semangat untuk bersaing, tinggal bagaimana keberanian seorang pelatih dalam memaksimalkan talenta mudan, talenta asli bandung untuk menjadi bagian tim senior, ketika mereka diberikan kesempatan untuk bermain, merka pastinya akan membuktikan bahwa mereka bisa dan mampu untuk berkembang. Ambilah contoh pemain yang bersinar seperti Asep berlian, Alfath Fatir, Agil Munawar, Abdul Aziz dan masih banyak lagi pemain yang bersinar diluar bandung, mengapa? karena mereka diberikan kepercayaan penuh oleh pelatih.
Maka dari itu, Persib harus bisa memaksimakan talenta kemarin yang juara U-16 dan U-19 kedepanya agar menjadi pemain yang bisa mengisi tim senior, tinggal bagaimana kepercayaan itu yang menjadi keberanian seorang pelatih dan manajemen. Kepada jajaran pelatih beranilah dalam memaksimalkan didikan asli Persib, dan bagi para pemain muda buktikanlah bahwa kalan mampu dan bisa untuk bersaing di Persib dengan berbagai tekanan dan cacian ubahlah hal tersebut menjadi pujian.
Ditulis oleh Tisnu Ari A, bisa dijumpai di akun Instagram @tisnuari.


Discussion about this post