BANDUNGFOOTBALL.COM – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini Batal digelar Pada 1 Oktober mendatang.
PSSI berharap kompetisi bisa digelar pada November, akan tetapi federasi sepak bola tanah air itu cemas apabila panggung sepak bola Indonesia mundur terus hingga Desember.
Pasalnya, apabila kompetisi digelar pada November 2020 akan selesai Maret 2021. Sedangkan, jika digelar pada Desember 2020 atau Januari 2021 dipastikan kompetisi sulit dilaksanakan.
“Kalau dilanjutkan Desember atau Januari 2021, sulit bagi PT Liga Indonesia Baru untuk memutar kompetisi. Sebab, April sudah memasuki bulan puasa dan Mei-Juni, kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20,” ucap ketua umum PSSI Mochammad Iriawan, dilansir dari situs resmi PSSI, 29 September 2020.
“Jadi kalau dipaksakan pun pada bulan Agustus 2021. Tetapi, itu juga sulit bagi PSSI dan klub-klub Liga 1 untuk mengikuti agenda FIFA dan AFC,” terangnya.
PSSI cemas penundaan kompetisi ini akan berdampak terhadap pemain yang menggantungkan hidupnya di dunia si kulit bundar.
”Tentunya akibat penundaan dari kompetisi ini, dampak langsungnya kepada pemain, perangkat pertandingan dan seluruh ekosistem sepak bola. Sebab mereka menggantungkan hidupnya dari sepak bola,” ujar Iriawan.
Kendati demikian, PSSI menghormati dan memahami keputusan yang diambil oleh Polri terkait alasan keamanan, kesehatan, dan kemanusian menjadi yang paling utama dalam kondisi saat ini.
PSSI juga mengapresiasi para kontestan Liga 1 maupun Liga 2 yang sudah antusias mempersiapkan timnya untuk menyambut lanjutan kompetisi.
”PSSI juga mengapreasisi klub yang sudah bersemangat berkorban dan mempersiapan tim demi kelanjutan kompetisi ini. Apalagi, banyak tim yang sudah datang ke Yogyakarta dan sekitarnya untuk mempersiapkan diri,” ujar Iriawan alias Iwan Bule.
Sedangkan untuk persiapan Timnas Indonesia u-19 yang kini tengah menjalani pemusatan latihan TC di Kroasia dipastikan tetap berlanjut.
Sebab, skuad asuhan Shin Tae-yong tengah dipersiapkan menatap Piala Dunia U-20 pada 2021. Di sisi lain, para pemain tidak bisa dikembalikan ke klub karena tidak ada kompetisi.
“Saya sudah berdiskusi dengan Menpora (Zainudin Amali). Bapak Menpora sudah mendukung rencana kami. Kemenpora mendukung TC di Eropa ketimbang harus balik ke Indonesia,” tegas Iriawan.


Discussion about this post