BANDUNGFOOTBALL.COM | Persib Bandung akan mendapati jalan terjal di pekan ke-8, Maung Bandung kedatangan Persipura Jayapura sebagai calon lawannya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (12/5/18), penghuni puncak klasemen sementara Liga 1 Indonesia.
Mutiara Hitam selalu menyulitkan Persib di kandang, kemenangan pertama sekaligus terakhir bagi Boaz Salossa dan Kawanan di Bandung terjadi ketika Indonesia Super League musim 2012 lalu, gol semata wayang Beto Goncalves memaksa Persib harus menyerah 1-0 di Stadion Siliwangi kala itu.
Kedua tim telah bertemu setidaknya 18 kali sejak tahun 1996 silam di kompetisi resmi. Dalam pertemuan tersebut, Mutiara Hitam memang lebih superior dengan raihan sembilan kemenangan. Sedangkan Persib hanya mengoleksi tiga kali kemenangan*.
Persipura memang selalu menyulitkan Persib, namun dalam lima pertemuan terkahirnya di Bandung, Mutiara Hitam tak pernah sekalipun mendapat kemenangan. Mematahkan logika, sang arsitek tim, Peter Butler ingin mematahkan logika dan mengulang kembali euforia yang ia rasakan bersama Persiba Balikpapan yang pada kompetisi musim 2012 bersama Persiba Balikpapan secara dramatis membungkam Persib 3-2 di Stadion Siliwangi.
“Berbicara statistik memang menarik, tapi itu bukan jaminan untuk menang. Bukan masalah bagi saya jika Persipura sulit menang lima tahun terakhir disini, tapi kondisinya berbeda dan saya hanya ingin berbicara saat ini,” tegas Butler, Jumat (11/5/18) kemarin.
Kondisi yang sama pun dialami oleh Persib, delapan kali Maung Bandung menjamu Mutiara Hitam di Bandung, sebanyak empat kali tim asal Jayapura ini menggagalkan Persib berpesta dihadapan Bobotoh.
“Kita tahu mereka (Persipura) memiliki pemain yang bagus dalam menyerang, saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang menarik. kita telah bersiap untuk hal itu, kondisi pemain sangat baik,” aku Mario Gomez.

*Redaksi hanya mencatat Laga Final Indonesia Super League 2014 dalam waktu normal 2 x 45 menit, pertandingan berakhir imbang 2-2.


Discussion about this post