BANDUNGFOOTBALL.COM — Persib Bandung langsung mengalihkan fokus ke lanjutan Super League 2025/2026 menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (22/2/2026). Di tengah suasana Ramadan, skuad Maung Bandung menjalani latihan malam demi menjaga intensitas tetap maksimal.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan bahwa perubahan jadwal latihan bukan hal baru bagi timnya.
“Ini normal, kami hanya perlu sedikit mengubah gaya hidup. Jadi mereka bisa tidur lebih lama pada pagi hari dan berlatih di malam hari. Jadi mereka bisa beribadah dengan normal juga. Karena jika kami berlatih pada siang hari, intensitasnya tidak bisa penuh dan tentu saja di pertandingan itu tidak akan bagus,” ujar Hodak selepas latihan di Stadion GBLA pada Kamis (19/2/2026) malam WIB.
Menurutnya, jika latihan dilakukan siang hari saat pemain berpuasa, intensitas tidak akan maksimal dan berdampak pada performa pertandingan.
Kendati demikian, menurut pelatih asal Kroasia tersebut, tidak ada perbedaan signifikan dalam program latihan meski digelar pada malam hari.
“Tidak, semuanya sama, intensitasnya sama dan ini sudah kami lakukan dalam dua tahun terakhir. Ini menjadi tahun ketiga,” jelasnya.
Latihan malam memungkinkan pemain berbuka puasa terlebih dahulu sebelum menjalani sesi dengan intensitas penuh.
Adapun menjelang laga Persita, Persib punya misi balas kekalahan 1-2 pada pertemuan putaran pertama musim ini yang digelar di Bali. Saat itu, Maung Bandung gagal memanfaatkan peluang termasuk penalti.
“Mereka tim yang berbahaya, terorganisir dengan baik. Jika memberi banyak ruang maka mereka akan sangat berbahaya,” tegas Bojan Hodak.
Persita dikenal memiliki lini pertahanan solid dan cepat dalam transisi menyerang. Bermain di Stadion GBLA menjadi modal penting bagi Persib untuk mengamankan tiga poin.


Discussion about this post