BANDUNGFOOTBALL.COM — Laga kontra Persita Tangerang bukan sekadar kemenangan tipis bagi Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (22/2/2026) malam. Pertandingan itu juga menjadi panggung debut bagi Dion Markx, yang langsung mendapat tantangan bermain di posisi yang tak biasa.
Bek muda yang baru bergabung di putaran ke dua musim ini tak menampik bahwa pertandingan berjalan sulit sejak awal.
“Ini pertandingan yang sulit karena kondisi lapangan hari ini tidak mudah. Kami mencetak gol yang sangat bagus dari situasi tendangan sudut. Tentu saja saya sangat senang bisa menjalani debut saya,” ujar Dion usai pertandingan.
Menariknya, pemain kelahiran Nijmegen, Belanda, itu justru masuk sebagai bek kanan, posisi yang bukan peran utamanya.
“Masuk bermain di posisi baru juga tidak mudah. Saya memang lebih sering bermain sebagai bek tengah dibandingkan bek kanan, tetapi saya menyukainya. Saya juga ingin berkembang di posisi ini,” katanya.
Masuk di tengah tekanan permainan, Dion langsung merasakan atmosfer pertandingan dengan tempo tinggi. Persita yang tertinggal mulai meningkatkan intensitas serangan.
“Pertandingannya sulit karena intensitasnya sangat tinggi saat saya masuk. Persita jelas ingin menyamakan kedudukan, jadi mereka mulai banyak memainkan bola-bola panjang. Situasinya seperti harus terus berlari naik turun. Jadi intensitasnya sangat tinggi.”
Meski sempat terjadi momen yang nyaris berujung miskomunikasi dengan Patricio Matricardi, Dion menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika pertandingan.
“Itu situasi bola panjang. Selain itu, suasana stadion juga sangat berisik. Hal seperti itu kadang bisa terjadi. Saya tidak mendengarnya, mungkin sebenarnya lebih baik saya membiarkannya saja,” jelasnya.
Ia pun menegaskan tak ada persoalan berarti dalam komunikasi di lapangan.
“Saya sempat berpikir bisa mengambil bola itu, tapi pada akhirnya tidak ada masalah. Saya bilang kepadanya mungkin lain kali bisa berteriak lebih keras, atau mungkin saya yang harus lebih banyak berkomunikasi. Jadi tidak ada masalah.”
Soal kemungkinan kembali dimainkan di posisi bek kanan, Dion menunjukkan fleksibilitas yang jarang dimiliki pemain muda.
“Bagi saya pribadi, itu tidak masalah. Karena saya ingin bermain. Saya ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain di sepak bola profesional. Saya datang ke sini untuk bermain, bukan hanya menonton.”
Bahkan, ia siap ditempatkan di posisi mana pun sesuai kebutuhan tim.
“Di posisi mana saya bermain tergantung apa yang pelatih inginkan. Jika pelatih meminta saya bermain sebagai bek kiri atau bahkan striker, saya siap bermain di sana.”
Selain debutnya, Dion juga mengaku terkesan dengan atmosfer Bobotoh yang tetap memberikan dukungan penuh.
“Sangat bagus. Terutama di tengah bulan Ramadan seperti sekarang. Saya tahu ini tidak mudah bagi semua orang. Jadi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya.”
Bek berpostur 1,88 meter itu pun berharap bisa kembali merasakan atmosfer serupa di laga-laga berikutnya.
“Saya berharap bisa bertemu mereka lagi di pertandingan berikutnya, karena kami membutuhkan mereka. Kami benar-benar membutuhkan mereka.”
Debut Dion Markx mungkin baru langkah awal. Namun, di tengah intensitas Liga 1 dan ekspektasi besar publik, sinyal positif sudah mulai terlihat.


Discussion about this post