BANDUNGFOOTBALL.COM | PSMS Medan harus mengakui keunggulan tuan rumah PS TIRA 3-2, Jumat (11/5/18) kemarin di Stadion Sultan Agung, Bantul. Namun dibalik semua itu, muncul nama Suhandi yang menciptakan satu gol di pertandingan itu.
Suhandi adalah produk jebolan Persib U21, pemain kelahiran Bandung, 29 Oktober, 26 tahun silam ini bergabung dengan skuat Maung Ngora pada liga musim 2012 bersama Agil Munawar yang kini bermain untuk Arema FC dan rekan satu timnya di Ayam Kinantan saat ini, Erwin Ramdani.
Hingga pekan ke-8, ditengah hegemoni penyerang asing di Liga 1 Indonesia, pemain yang ditunjuk Djajang Nurmana menjadi kapten tim Ayam Kinantan ini telah mencetak 4 gol dan mensejajarkan diri dengan Loris Arnaud (Persela), Jonathan Bauman (Persib), Lerby Eliandri (Borneo FC), dan Thiago Furtuoso (Arema FC).
Dari empat gol yang diciptakan Suha, sapaannya, dua gol dilesakannya melalui proses yang sangat cantik. Gol salto Suha ke gawang Persija menjadi gol terbaik pekan ke-3 Liga 1 Indonesia, dan kemarin ketika berhadapan dengan PS TIRA, Suha melesakan tendangan terukur dari luar kotak penalti menembus gawang Syahrul Fadillah.
Suhandi menjadi oase ditengah padang pasir, karena publik Bandung khususnya dan Indonesia umumnya, setelah sekian lama menantikan Sutiono Lamso maupun Peri Sandria baru lahir kembali ditengah invasi penyerang impor menghiasi setiap klub Liga 1 Indonesia.
“Untuk saya pribadi, gol ini akan menjadi motivasi tambahan. Tapi yang paling utama, saya ingin bawa PSMS menang di kandang maupun tandang,” kata Suha, pasca laga melawan PS TIRA.
Selain Suha, dua penyerang Bandung lainnya hingga pekan ke-8 kompetisi bergulir telah mencatatkan namanya di jajaran pencetak gol, mereka yaitu Ferdinand Sinaga (PSM Makassar) 2 gol, dan Yandi Sofyan (Bali United) 1 gol.
Mengutip dari CNN Indonesia, Peri Sandria pernah berujar jika harapannya suatu saat nanti bukan striker impor yang mampu memecahkan rekor golnya, bukan Silvano Comvalius, tapi striker lokal.
“Tapi lebih bangga lagi kalo itu pemain lokal karena saya berharap pemain kita sendiri yang mampu tampil (sebagai pemegang rekor baru),” kata Peri.
“Saya akan kasih sepatu yang dulu saya pakai kalau ada pemain lokal yang memecahkan rekor saya. Tapi kalau pemain asing, tidak akan saya kasih,” janjinya.
Budak leutik bisa ngapung
Babaku ngapungna peuting
Nguriling kakalayangan
Neangan nu amis amis.
Ngapung terus Suha, nepi kakalayangan!



Discussion about this post