BANDUNGFOOTBALL.COM – Manajemen PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) memberi peringatan Fernando Soler yang baru saja dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat protes berlebih di pertandingan antara Persib menjamu PSM Makassar, (23/5/18) lalu.
Hasil sidang Komdis PSSI, tanggal 31 Mei 2018 itu memutuskan jika Soler bersalah karena perannya di tim hanya sebatas Interpreter, atau penerjemah bahasa, dan dikenai sanksi berupa larangan 2 pertandingan duduk di bench dan masuk ruang ganti, serta sanksi denda sebesar Rp 25 juta.
Direktur PT. PBB, Teddy Tjahyono, menjelaskan jika manajemen sudah mengambil langkah terkait keputusan yang ditetapkan Komdis PSSI yaitu dengan memperingati Soler agar tidak melakukan hal yang merugikan dirinya maupun tim kedepannya.
“Iya sudah kita peringati, ini pertama kali buat dia,” kata Teddy, kepada awak media termasuk BANDUNGFOOTBALL.COM disela-sela acara buka bersama yang diselenggarakannya di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Selasa (5/6/18).
Teddy juga menyayangkan perihal protes yang dilakukan Fernando Soler kepada wasit karena dalam struktural tim, pria berusia 39 tahun ini hanya berposisi sebagai penerjeman pelatih kepala Persib, Mario Gomez. Soal denda 25 juta yang harus dibayar Soler, Teddy juga mengaku manajemen akan membayar denda tersebut.
“Ini pelajaran juga buat dia supaya dia tidak lagi berlaku seperti itu. Jika nanti kena lagi hal yang sama, kita akan hukum dia lah. Kemarin kita bayarin dulu,” tuntasnya.


Discussion about this post