BANDUNGFOOTBALL.COM —Persib Bandung akan menjamu Persita Tangerang pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (22/2/2026). Laga ini menjadi momentum kebangkitan Maung Bandung setelah menuntaskan agenda di kompetisi Asia.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, memprediksi duel kontra Persita tidak akan mudah, terlebih laga digelar hanya empat hari setelah pertandingan AFC.
“Kembali menghadapi laga sulit. Empat hari setelah laga di Liga Champions. Persita adalah tim yang bagus, terorganisir dengan baik dan musim ini mereka mengejutkan beberapa tim. Kami kalah di pertemuan pertama melawan mereka, laga kedua besok akan sulit tapi kami bermain di kandang dan di kandang kami selalu mendapatkan hasil positif,” ujar Hodak dalam jumpa pers.
Persita dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan yang solid musim ini. Hodak menilai lawannya sangat disiplin dan menunggu kesalahan lawan.
“Mereka sangat kompak dan rapat, mereka tidak banyak kebobolan, tapi juga tidak banyak mencetak gol. Mereka menunggu kami melakukan kesalahan lalu melancarkan serangan balik. Mereka terorganisir dengan baik dan kami akan mencoba untuk mengatasinya,” katanya.
Kekalahan pada pertemuan pertama menjadi pelajaran penting bagi Persib untuk lebih disiplin dan sabar membongkar pertahanan lawan.
Untuk laga ini, Hodak memastikan belum semua pemain dalam kondisi ideal. Marc dan Julio masih belum siap tampil.
“Marc sudah mulai berlatih bersama tim tapi belum siap untuk bertanding. Julio sudah mulai berlatih individual juga. Sedangkan sisanya tidak ada masalah,” jelasnya.
Dengan jadwal padat di bulan Ramadhan, rotasi pemain menjadi krusial. Hodak menegaskan seluruh pemain harus siap.
“Ini mengapa kami memiliki 22 pemain dan semuanya harus siap bermain karena mereka semua digaji. Ini bukan hanya tentang sebelas pemain. Siapapun yang bermain, mereka harus mengerahkan segalanya,” katanya.
Sementara itu, pemain asing Persib, Federico Barba, menegaskan tim kini sepenuhnya fokus ke kompetisi domestik.
“Laga di AFC sudah selesai, sekarang kami mencari hasil yang positif. Kami ingin memenangkan setiap pertandingan dan harus memiliki mentalitas untuk bisa meraih kemenangan,” ujarnya.
Terkait laga pertama di bulan Ramadhan, Barba tak melihat kendala berarti meski jadwal latihan lebih larut malam.
“Memang agak aneh karena latihannya mendekati larut malam. Tapi saya pernah juga bermain di waktu seperti ini, jadi tidak apa-apa,” kata Barba.
Setelah gugur dari ACL-2, Barba menekankan pentingnya kebersamaan di ruang ganti.
“Kami butuh semua orang di ruang ganti, jadi semua harus berjalan dalam satu arah yang sama. Kami tahu laga ini sulit seperti pertemuan pertama, tapi kami bermain di kandang dan harus melakukan yang terbaik,” pungkasnya.


Discussion about this post