BANDUNGFOOTBALL.COM — Persib akan melanjutkan perjalanannya di Super League 2025/2026 dengan menjamu Persija Jakarta pada Minggu (11/1/2026) pukul 15.30 WIB.
Menjelang Minggu yang sarat gengsi, Stadion GBLA akan kembali menjadi panggung bukan hanya bagi 22 pemain, tetapi juga ribuan rasa yang berdesakan di dada. Saat Maung Bandung bersiap menjamu Macan Kemayoran, denyut Kota Kembang seakan berdetak lebih cepat dari biasanya.
Di tengah atmosfer itu, Viking Persib Club memilih berbicara dengan cara yang tak selalu lantang, tapi terukur. Ketua VPC, Tobias Ginanjar, menegaskan bahwa fokus utama Viking adalah satu: mendukung Persib sepenuh hati, tanpa meninggalkan luka apa pun di luar lapangan.
“Insyaallah kita akan fokus support tim, tanpa melakukan hal-hal yang dapat merugikan Persib. Nanti hari Minggu akan ada koreo yang secara sejarah termahl yang pernah dibuat oleh Viking,” ujarnya kepada Bandungfootball.com.
“Ditunggu saja hari Minggu kejutannya,” kata Tobias, seolah membiarkan rasa penasaran tumbuh perlahan di antara tribun.
Tak hanya Viking, beberapa komunitas suporter lain juga akan ikut ambil bagian. Koreografi tak akan hadir sendirian. Stadion dijanjikan menjadi ruang pertemuan warna, irama, dan semangat, yang membuat laga panas ini terasa semakin hidup, baik di lapangan maupun di bangku penonton.
Tema besar koreo disebut jelas: menjatuhkan mental lawan. Namun cara yang ditempuh tetap dalam koridor sportivitas. Hal itu pula yang ditekankan dalam urusan yel-yel. Tobias mengingatkan agar dukungan tak berubah menjadi ujaran kebencian atau rasisme.
“Kita fokus chant yang benar-benar men-support Persib tanpa adanya radis dan ujaran kebencian,” tegasnya.
Di luar euforia, Viking juga menyampaikan imbauan penting. Dengan tiket yang telah ludes dan animo yang meluap, Tobias meminta Bobotoh untuk menahan diri. Stadion hanya untuk mereka yang memegang tiket resmi. Bagi yang tak kebagian, layar-layar nobar di berbagai kota disiapkan sebagai alternatif.
“Tapi mohon pengertiannya, yang kita jaga adalah nama baik Persib,” ujarnya, mengingatkan bahwa hukuman nonteknis bisa datang dari hal-hal yang sering dianggap sepele.
Tentang prediksi skor? Tobias tak ragu. “Persib menang,” katanya singkat, penuh keyakinan.
Minggu nanti, laga besar itu tak hanya akan diingat lewat hasil akhir. Ia juga akan tercatat sebagai malam ketika dukungan diuji apakah bisa tetap lantang tanpa kehilangan martabat.


Discussion about this post