BANDUNGFOOTBALL.COM –Legenda hidup Timnas Ghana, Michael Essien mengaku sempat mengalah demi karier gelandang Persib Bandung, Gian Zola.
Saat memperkuat Persib di Liga 1 2017, Essien beberapa kali diturunkan sebagai pemain cadangan. Mantan bintang Chelsea itu memaklumi jika Zola diturunkan sebagai starter.
Pasalnya, saat itu PSSI masih menerapkan regulasi wajib menurunkan pemain berusia di bawah 23 tahun sebagai starter.
Michael Essien mengomentari hal ini saat diwawancarai jurnalis ternama di Afrika Selatan, Carol Tshabalala beberapa waktu lalu.
“Mereka (PSSI) menerapkan peraturan memainkan pemain di bawah usia 21 tahun, setidaknya selama 45 menit. Pelatih menyiapkan pemain untuk menjalankan peran saya di posisi nomor sepuluh,” kata Essien, seperti dilansir Bandungfootball.com dari situs Goal, Selasa (19/5/2020).
Essien pun mengaku saat ini Persib Bandung memiliki satu pemain muda berbakat yang merupakan adik kandung Gian Zola, siapa lagi kalau bukan Beckham Putra Nugraha.
Mantan pemain AC Milan itu pun mengaku tak keberatan jika harus mengalah demi Gian Zola. Justru Essien senang bisa memberi kesempatan tersebut agar sang pemain tembus ke tim nasional.
“Namanya Zola. Lalu ada adiknya yang bernama Beckham. Saya harus membiarkan dia (main sebagai starter), dan saya masuk di babak kedua. Itu bukan masalah buat saya, karena itu merupakan kesempatan buat dia memahami (atmosfer) sepakbola,” tutur Essien.
“Tentu bukan hal yang mudah untuk membandingkannya dengan saya, tapi dia harus bermain. Kalau dia tidak dimainkan, bagaimana dia bisa masuk ke tim nasional. Jadi saya harus mengalah. Dia pemain yang bagus. Ada satu lagi bernama Febri (Hariyadi). Dia pemain yang luar biasa,” imbuhnya.
BERITA TERKAIT
Mantan Kiper Persegres Jadi Tersangka Bandar Narkoba, Petinggi Klub Liga 2 Buka Suara
Hasil RUPS Luar Biasa LIB: 4 Petinggi PT LIB Mundur
Gara-gara Corona, Erwin Ramdani Hanya Bisa Rayakan Idul Fitri di Bandung


Discussion about this post