BANDUNGFOOTBALL.COM — Persib merespons cepat kekecewaan di level Asia. Usai tersingkir dari AFC Champions League Two, Maung Bandung langsung bangkit dengan kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (22/2/2026) malam.
Gol tunggal kemenangan dicetak Andrew Jung pada menit ke-50 lewat sundulan kerasnya dengan memanfaatkan sepak pojok manis yang dikirim oleh Lucho. Tiga poin yang terasa krusial dalam upaya menjaga konsistensi di Liga 1.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui laga berjalan sesuai prediksi: sulit, ketat, dan penuh duel fisik.
“Saya sudah katakan kemarin bahwa ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Persita adalah tim yang bertahan dengan sepuluh pemain dan semuanya ikut berlari, semuanya melakukan tekel. Mereka sangat kompak dan terorganisir dengan baik secara pertahanan,” ujar Hodak usai laga.
Meski Persib tampil dominan, peluang bersih memang tak banyak tercipta. Namun Hodak menilai timnya tetap tampil solid, terutama dalam bertahan.
“Saya cukup senang karena Persita tidak memiliki peluang kecuali satu dari sepak pojok. Selain kejadian itu, saya tidak melihat Teja melakukan penyelamatan,” katanya, melihat performa Teja Paku Alam yang relatif tak mendapat ancaman berarti.
Gol Jung pun mendapat sorotan positif dari sang pelatih.
“Jung mencetak gol, ini adalah tugasnya. Sergio Castel juga bermain dengan baik meski dia belum bisa mencetak gol.”
Nama Sergio Castel memang sempat punya peluang di babak kedua, namun sundulannya masih melambung.
Di tengah kemenangan Persib, absennya Thom Haye sempat memunculkan tanda tanya. Hodak menjelaskan situasinya singkat namun tegas.
“Thom Haye memiliki satu keperluan keluarga. Itu tidak buruk, anda akan tahu.”
Menariknya, Persib kini tercatat sebagai tim dengan produktivitas gol paling rendah di antara lima besar. Namun Hodak menegaskan prioritasnya bukan statistik.
“Saya tidak melihat gol, saya membutuhkan kemenangan. Kami kebobolan paling sedikit dari lima tim di papan atas.”
Pada laga ini, juru taktik asal Kroasia itu juga memberikan menit bermain bagi pemain muda Dion Markx, yang dinilai masih dalam tahap adaptasi.
“Dia baru mulai berlatih bersama kami dan saya memberikannya menit. Dia datang dari liga yang berbeda, negara yang berbeda. Jadi dia harus bisa merasakan dulu liga di sini.”
Menurut Hodak, langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Persib di tengah padatnya jadwal.
“Musim ini kami memainkan banyak pemain muda. Untuk masa depan, kami bisa mempersiapkannya bermain di laga dengan level yang lebih tinggi.”
Di pekan yang sama, hasil pertandingan lain turut menguntungkan Persib setelah Borneo FC kalah dari Dewa United. Namun Hodak menolak terlena.
“Saya sudah katakan berulang kali bahwa kompetisi di Indonesia itu sangat sulit. Semua tim bisa saling mengalahkan. Bagi kami, tentunya bagus ketika Borneo kalah tapi kami harus tetap fokus kepada tim sendiri.”
Tambahan tiga poin ini membawa Persib semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 50 poin. Bangkit di rumah sendiri, Maung Bandung kembali menunjukkan satu hal penting: stabilitas tetap jadi kunci.


Discussion about this post