BANDUNGFOOTBALL.COM –Viral video rekaman aksi para Sleman Fans yang melakukan aksi protes di Bandung, pada Minggu (3/10/2021) malam.
Mereka nekat ke Bandung lantaran tim Super Elang Jawa baru saja melakoni laga pekan keenam Liga 1 2021 melawan Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Laga yang berlangsung pada Minggu (3/10/2021) sore, Persik Kediri dan PSS berakhir imbang tanpa gol.
Beredar pula foto dan video bahwa Sleman Fans ramai berkumpul di Stadion Sidolig, Kota Bandung.
Perlu diketahui, sejumlah Sleman Fans ke Bandung menaiki bus-bus hingga mobil pribadi. Mereka nekat menggelar aksi ini lantaran bentuk protes terhadap manajemen klub dan mengkritik performa skuad asuhan Dejan Antonic.
Sebab hingga pekan keenam, Super Elja baru mengemas lima poin dari satu kali menang dan dua hasil imbang. Sementara tiga laga lainnya PSS menelan kekalahan.
Melalui media sosial resminya, Brigata Curva Sud (BCS) sebagai salah satu kelompok suporter PSS Sleman mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu (3/10/2021).
[Official Statement] Mari Bung Rebut Kembali!
Perlawanan kami baru dimulai, belum selesai. Hari ini kami datang ke Bandung bertepatan dengan laga terakhir seri pertama Liga 1 2021.
Kurang lebih 1.000 Sleman Fans datang untuk mengantar pesan, langsung ke depan muka Manajemen PSS dan menegaskan tuntutan yang belum terpenuhi.
Perlu diketahui, tuntutan #DejanOut merupakan satu tuntutan objektif paling mendesak. Meski belum terpenuhi, tuntutan tersebut telah mampu membongkar watak culas dan tamak Manajemen PSS lewat pernyataan Direktur Utama PT. PSS, Marco Gracia Paulo.
Atas kesaksian perwakilan Manajemen PSS dan perwakilan Sleman Fans yang berunding di Omah PSS pada 30 September 2021. Alih-alih memenuhi tuntutan, Marco justru memberikan ancaman ketika dihubungi melalui sambungan telpon.
“Tuntutan #dejanout akan dipenuhi tetapi, PSS Sleman akan dipindah.” ujar Marco.
Pernyataan tersebut sontak menyakiti hati kami, Sleman Fans terkhusus seluruh masyarakat Sleman.
Tentu kawan tentu, orang jujur, profesional nan penuh percaya diri seperti Marco pasti bersungguh-sungguh dan yakin dengan pernyataan itu. Kecuali ia berbohong, lagi. Untuk sekadar menghindar dari tuntutan utama kita.
Ancaman itu memang betul keluar seorang Direktur Utama PT. PSS. Kami menganggap, ancaman semacam ini akan mungkin keluar dari orang tamak yang merasa mampu memindahkan PSS Sleman dari tanah kelahirannya.
Ora muntir! Kami menerima tantangan dari Marco. Kami tidak goyah, apapun itu. Marco yang merasa punya kuasa dan bisa mengancam sepertinya lupa, lambat laun setiap orang yang merasa terindas akan melawan.
Permintaan maaf lewat rilis klub berjudul “PSS Akan Tetap Ada di Sleman” pada 1 Oktober 2021 tidak mengubah apapun. Sebab, tuntutan utama #DejanOut belum terpenuhi.
Kami muak dengan basa-basi evaluasi. Kami tekankan sekali lagi, kami muak.
Berkat Marco, kini ketidakpercayaan kami telah menjalar. Mulanya kepada Dejan Antonic dan Arthur Irawan yang kami anggap tidak layak menjadi pelatih dan pemain PSS Sleman, kini juga kepadamu sebagai pimpinan.
Reporter: Ibrahim Nugroho | Editor: Novirahmaya


Discussion about this post