BANDUNGFOOTBALL.COM – Di Zaman sepak bola modern seperti sekarang ini kapten sering diidentikan sebagai simbol tim atau Bandiera dalam istilah Italia.
Fransesco Totti, John Terry, Paulo Maldini, Charles Puyol, Gianluigi Buffon, Phillip Lahm dan Steven Gerrard adalah contoh nama-nama yang menjadi kapten sekaligus ikon timnya masing-masing. Perannya sangat tak tergantikan.
Disamping pelatih, orang yang memberi instruksi strategi pada pemain, sebuah tim sepakbola sangatlah perlu memiliki seorang pemimpin di dalam lapangan. Selain menjadi motivator, seorang kapten harus menjadi contoh dan menjadi panutan pemain lainnya, terutama bagi pemain muda baik dalam segi teknik, maupun sikap.
Wibawa dan kharisma yang mereka miliki membuat mereka dianggap menjadi ikon klub tersebut, bahkan dihargai bukan hanya oleh rekan setim dan suporter, tapi juga oleh lawan-lawannya.
Seperti Supardi Nasir di Persib misalnya yang diidolakan oleh Wildan Ramdani, pemain Diklat Persib U19 yang saat ini diproyeksikan Mario Gomez untuk ‘Naik Kelas’ ke tim senior ini menjadikan sosok kapten Persib sebagai panutannya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Wildan juga mengaku tak canggung untuk meminta masukan dari Supardi agar permainannya mengalami progres yang lebih baik.
“Saya sering dikasih tau, dikasih wejangan sama Bang Pardi. Saya anggap beliau sebagai senior saya sebagai mentor saya di tim,” akunya.
Supardi ditunjuk Mario Gomez sebagai skipper Persib menggantikan peran Atep dan sepeninggal Achmad Jufriyanto ke Malaysia. Selain Supardi dan Atep, beberapa pemain juga sempat dipercaya menjadi ‘Leader’ di lapangan seperti Bojan Malisic dan Hariono.


Discussion about this post