BANDUNGFOOTBALL.COM — Persib terus mematangkan persiapan jelang menghadapi Manila Digger FC pada laga kualifikasi AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027.
Penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam, menyebut persiapan selama sekitar 10 hari berjalan dengan baik. Intensitas latihan yang diberikan tim pelatih juga dinilainya cukup tinggi.
“Ya, kita menjalani sesi latihan selama 10 hari ini berjalan dengan baik, ya, dan intensitas dari latihan juga sangat bagus,”ujar Teja Paku Alam seusai menjalani latihan di Lapangan Pendamping GBLA, Jumat (28/8/2026)
Persib bukan tanpa pengalaman menghadapi Manila Digger. Kedua tim sebelumnya sempat bertemu pada musim lalu sehingga Teja sudah memiliki gambaran mengenai karakter permainan calon lawannya tersebut.
Menurut Teja, kecepatan dan kekuatan fisik menjadi aspek yang harus diwaspadai dari Manila Digger.
“Ya, mereka tim yang bagus, mereka punya fisikal yang cepat-cepat, ya, harus kita waspadai juga itu sih,” katanya.
Komunikasi dengan Bek Baru
Menghadapi musim 2026/2027, Persib juga mengalami perubahan di sektor pertahanan dengan hadirnya sejumlah pemain baru.
Meski harus kembali membangun chemistry, Teja menilai proses adaptasi bersama para pemain belakang berjalan cukup lancar. Terlebih, masih ada Patricio Matricardi yang sudah memahami karakter permainan tim.
“Mungkin hampir sama kayak tahun kemarin, penyesuaian lagi, tapi komunikasi berjalan dengan baik. Apalagi di sana masih ada Pato (Patricio Matricardi) juga ya, ada Julio (Cesar) juga, jadi tidak terlalu susah untuk komunikasinya,” ucap Teja.
Persib sendiri akan menghadapi musim yang padat dengan keterlibatan di sejumlah kompetisi. Bagi Teja, target pribadinya sederhana, yakni memberikan kontribusi maksimal untuk Maung Bandung.
“Targetnya pastinya memberikan yang terbaik untuk Persib pastinya. Bisa di liga pun bisa clean sheet lebih, itu sih pastinya,” tutur kiper asal Padang tersebut.
Tantangan Mempertahankan Gelar
Sebagai juara bertahan, Persib tentu menghadapi tantangan untuk kembali mempertahankan prestasi tersebut. Namun, Teja justru melihat tantangan terbesar berada dari dalam tim sendiri.
“Tantangan terbesarnya ya, diri kita sendiri. Karena kita harus ngelawan, harus membuktikan lagi kalau kita bisa buat juara lagi di tahun depan, gitu sih,” katanya.
Sementara itu, Teja kembali menegaskan kecepatan pemain Manila Digger dan kemampuan mereka dalam melakukan serangan balik sebagai hal yang paling diantisipasi.
“Ya, tadi yang fisikal tadi, mungkin mereka cepat-cepat, counter attack mereka juga bagus. Dari berapa video yang dilihatin oleh Coach Igor (Tolic) di meeting, ya itu sih,” ujar Teja.
Di luar persiapan pertandingan, Teja juga mendapat pertanyaan mengenai jersey Persib yang paling disukainya. Dari tiga pilihan jersey musim ini, ia mengaku paling menyukai warna hitam.
“Paling suka ya? Paling suka hitam, ya,” kata Teja.
Ketika ditanya alasannya, Teja menjawab dengan candaan.
“Karena saya hitam, kalau bajunya hitam, jadi ya. Tiga jersei-nya bagus,” ucapnya.


Discussion about this post