BANDUNGFOOTBALL.COM — Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengingatkan anak asuhnya untuk kembali fokus setelah menjalani masa libur singkat. Ia menilai, fase kompetisi saat ini akan sangat menentukan nasib Maung Bandung dalam perburuan gelar.
Usai memimpin latihan di Stadion GBLA, Rabu (15/4/2026), Bojan menyebut kondisi tim dalam keadaan baik dan segar usai mendapatkan waktu istirahat.
“Situasinya semua baik. Ketika menang, semua orang senang. Kami mendapat dua hari libur, jadi semua pemain segar. Hari ini baru latihan pertama, jadi masih cukup ringan,” ujar Bojan.
Namun, ia langsung mengingatkan bahwa tantangan berat sudah menanti. Persib akan menjalani jadwal padat dengan empat pertandingan dalam waktu singkat.
“Sekarang kami harus fokus karena akan ada empat pertandingan dalam 16 hari. Saya sudah bilang ke semua orang, semua harus kembali fokus karena di momen inilah liga bisa ditentukan,” tegasnya.
Dukung Pemain Berkembang, Termasuk Pendidikan
Di luar urusan lapangan, Bojan juga menunjukkan dukungannya terhadap perkembangan pemain, termasuk dalam hal pendidikan. Ia mengaku tak keberatan memberikan izin kepada Beckham Putra untuk menghadiri momen wisudanya di UNJANI Cimahi.
“Ya, itu mengejutkan. Saya tidak tahu dia sudah menyelesaikan kuliahnya, tapi tidak apa-apa. Saya izinkan dia pergi untuk wisuda. Itu bagus untuk semua pemain saya kalau mereka lulus kuliah, bagi saya itu luar biasa,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Beckham berkuliah di UNJANI Cimahi pada jenjang S1 dengan mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan. Ia meraih gelar S.IP dan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,02.
Soroti Pentingnya Fasilitas Latihan
Lebih lanjut, Bojan juga menanggapi santai soal wacana perpanjangan kontraknya yang sempat disinggung dengan candaan “dibuatkan patung”.
Menurutnya, dibanding hal simbolis seperti itu, peningkatan fasilitas tim jauh lebih penting sebagai bagian dari perkembangan tim. Ia menilai, standar fasilitas di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama soal lapangan latihan.
“Saya selalu berusaha meningkatkan standar (fasilitas) latihan, karena itu yang kami butuhkan. Pemain butuh standar yang lebih baik. Di seluruh Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, masih kurang lapangan latihan,” jelasnya.
Bojan bahkan membandingkan dengan kondisi di Eropa, di mana klub-klub dari level bawah sekalipun sudah memiliki fasilitas latihan sendiri.
“Di Eropa, bahkan divisi tujuh pun punya tempat latihan. Mungkin tidak yang terbaik, tapi mereka punya. Karena stadion tidak bisa dipakai untuk latihan terus-menerus, nanti malah rusak,” tambahnya.
Menurutnya, selain lapangan, fasilitas pendukung lain seperti gym dan layanan medis juga perlu terus ditingkatkan demi menunjang performa pemain.
“Saya rasa beberapa fasilitas sudah meningkat. Tapi kami masih perlu meningkatkan gym dan fasilitas medis. Kualitas lapangan latihan juga harus ditingkatkan karena itu berpengaruh pada minimnya cedera,” katanya.
Meski demikian, Bojan menegaskan bahwa hal tersebut bukan tuntutan mutlak, melainkan dorongan agar klub terus berkembang ke arah yang lebih profesional.
“Ini penting untuk semua klub. Bukan berarti saya menjadikannya syarat mutlak, tapi saya selalu mendorong manajemen untuk meningkatkan fasilitas latihan,” pungkasnya.


Discussion about this post