BANDUNGFOOTBALL.COM —Dunia sepak bola nasional sempat dihebohkan oleh sanksi registration ban atau larangan pendaftaran pemain baru yang dijatuhkan FIFA kepada Persib Bandung.
Di tengah simpang siur rumor dan tuduhan miring yang dialamatkan padanya, mantan pelatih kepala Maung Bandung, Robert Rene Alberts, yang akrab disapa Abah Obet, akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi menyeluruh terkait pangkal permasalahan yang sebenarnya.
Melalui pernyataan resminya, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan bahwa langkah hukum ke Football Tribunal FIFA diambil bukan karena rasa serakah atau niat merugikan klub. Sebaliknya, hal itu merupakan buntut dari ingkarnya manajemen baru Persib terhadap kesepakatan tertulis yang telah disetujui bersama.
Sengketa ini bermula saat Abah Obet memilih mengundurkan diri secara baik-baik pada Agustus 2022, meskipun kontrak kerjanya sejatinya masih menyisakan durasi hingga Mei 2025. Proses perpisahan awal berjalan lancar berkat komunikasi yang transparan dengan jajaran manajemen kala itu. Namun, situasi mulai berubah ketika terjadi pergantian kepemimpinan di jajaran manajemen Pangeran Biru.
Pada Januari 2025, Abah Obet mendatangi manajemen baru Persib untuk mendiskusikan penuntasan hak-haknya yang belum terselesaikan. Dalam pertemuan tatap muka tersebut, ia menunjukkan iktikad baik dengan menyetujui pemotongan nilai kontrak serta menerima skema pembayaran secara mencicil sejak Maret hingga Desember 2025 demi meringankan beban finansial klub.
Sayangnya, komitmen dalam perjanjian bertanda tangan itu kembali diabaikan. Ketika cicilan pembayaran tak kunjung direalisasikan sesuai jadwal, Abah Obet terpaksa melayangkan laporan resmi ke FIFA. Hasilnya, otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut memutuskan Persib bersalah dan menjatuhkan sanksi larangan mendaftarkan pemain baru.
Ia mengaku terpaksa membuat pernyataan terbuka ke publik lantaran sudah tidak tahan melihat tuduhan tidak berdasar yang mulai menyerang ranah pribadinya. Serangan siber dan tuduhan miring dari oknum suporter bahkan mulai mengarah kepada anak dan istrinya.
“Saya sudah berkompromi, sudah mengurangi apa yang menjadi hak saya, dan menyetujui pengaturan pembayaran dengan niat baik. Yang saya harapkan setelah itu hanyalah agar perjanjian yang telah ditandatangani tersebut dihormati,” tegas Abah Obet dalam sebuah video.
Ia juga menepis klaim yang menyebut pihak Persib tidak tahu-menahu mengenai perkara ini. Menurutnya, seluruh proses mediasi hingga korespondensi keputusan FIFA dilakukan secara resmi dan diketahui penuh oleh manajemen klub.
Kini, polemik panjang tersebut resmi berakhir. Setelah hukuman FIFA membayang-bayangi tim, manajemen Persib akhirnya melunasi seluruh sisa kewajiban finansialnya secara penuh. Abah Obet pun mengonfirmasi bahwa dirinya telah menghubungi pihak FIFA untuk segera mencabut sanksi registration ban tersebut secara permanen.
“Kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut. Nilailah situasi berdasarkan fakta, jangan berasumsi. Dan seperti biasa: Bagoesss!” tutup juru taktik berpengalaman tersebut.


Discussion about this post