BANDUNGFOOTBALL.COM — Ketegangan meninggi menjelang laga pamungkas Persib kontra Persijap Jepara yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Dalam sesi jumpa pers resmi menjelang pertandingan yang digelar pada Jumat (22/5/2026), pelatih kepala Persib bersama bek asingnya, Federico Barba, kompak memberikan peringatan keras dan menolak segala bentuk euforia berlebihan yang mulai beredar di media sosial.
Pelatih Persib, Bojan Hodak langsung membuka sesi dengan nada tinggi saat ditanya mengenai kesiapan menjelang pertandingan besok. Ia menyoroti tajam pemberitaan media yang dinilainya bisa merusak fokus anak asuhnya.
“Sebelum saya bicara tentang pertandingan, saya akan memberi tahu anda sesuatu. Beberapa hari terakhir saya tidak di sini, tetapi mereka mengirimkannya kepada saya, dan sekarang saya melihat media sosial dan saya mendengarkan omong kosong yang dibicarakan media tentang konvoi dan ini semua. Dengar, itu sepenuhnya omong kosong, kita belum memenangkan apa pun,” cetus sang pelatih tanpa basa-basi.
Bukan tanpa alasan, ia menilai narasi perayaan dini seperti konvoi juara justru bisa menjadi boomerah yang membahayakan posisi Maung Bandung pada laga penentu ini.
“Karena jika anda terus-menerus menunjukkan ini, yang pertama, anda akan memotivasi lawan. Dan nomor dua, pemain kami akan kehilangan fokus. Jadi, berhentilah membicarakan semua hal ini tentang beberapa konvoi, saya tidak peduli tentang konvoi, saya hanya peduli tentang pertandingan besok. Dan pemain harus siap seratus persen karena Persijap adalah tim yang bagus. Mereka lebih baik daripada Borneo, mereka memiliki beberapa hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir, jadi mereka pasti berbahaya. Mereka adalah salah satu tim yang mengalahkan kami. Meski bukan satu-satunya, karena kami kalah tiga pertandingan, tapi kita harus sepenuhnya fokus pada hal ini, jadi lupakan tentang konvoi,” tegasnya menambahkan.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai strategi menjaga mental para pemain agar tidak terjebak dalam rasa terlalu percaya diri (overconfidence), pelatih menegaskan bahwa teguran kerasnya tadi adalah benteng pertahanan mental utama tim.
“Saya pikir inilah mengapa saya menggunakan kata-kata tadi, maksud saya, (sebagai) inspirasi agar tidak terlalu percaya diri,” jelasnya singkat.
Senada dengan sang juru taktik, Federico Barba, juga menunjukkan sikap dingin dan fokus yang sama kuatnya. Saat dimintai tanggapan mengenai laga krusial esok hari, Barba memilih untuk sepakat dengan ketegasan pelatihnya.
“Jadi, saya sangat setuju dengan pelatih. Saya tidak merasakan antusiasme ini karena kami belum mencapai apa pun. Jadi, saya sangat fokus pada pertandingan ini,” ungkap Barba.
Meskipun menyadari Persib diuntungkan karena bermain di hadapan publik sendiri di GBLA, Barba memilih untuk mengabaikan segala prediksi pesta juara dan hanya ingin fokus menyelesaikan tugas di atas lapangan hijau.
“Saya pikir bagian terbaiknya adalah, kami berada di tempat yang kami inginkan. Kami telah sampai pada pertandingan ini, kami memiliki segalanya di tangan kami, dan kami hanya perlu fokus karena ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujarnya.
Jadi, kami tahu di kandang sendiri kami sangat kuat. Kami sudah tahu itu, tetapi kami bermain melawan tim yang bagus, jadi ini akan menjadi sulit, dan saya hanya memikirkan tentang ini, tentang pertandingan ini, dan apa yang akan terjadi setelahnya, jujur saja saya tak peduli saat ini,” pungkas Barba.
Reporter: Bani
Editor: Novirahmaya


Discussion about this post