BANDUNGFOOTBALL.COM — Pelatih Persib, Igor Tolic, menanggapi sorakan penonton yang ditujukan kepada Kakang Rudianto saat Maung Bandung bermain imbang 2-2 melawan Dewa United FC pada pekan keempat Liga Super 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (11/10/2026).
Igor menilai kritik seharusnya tidak hanya diarahkan kepada pemain. Sebagai pelatih yang menentukan komposisi dan menempatkan pemain di lapangan, ia merasa dirinya juga harus bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
“Selalu saja ada orang lain yang dikritik. Saya sudah katakan bahwa jika seseorang harus dikritik, itu adalah saya, bukan para pemain, karena saya yang menempatkan para pemain di lapangan,” kata Igor dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Juru taktik asal Kroasia itu menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata tentang Kakang. Menurutnya, pemain lain juga bisa menjadi sasaran kritik ketika menghadapi situasi serupa.
“Ini bukan soal Kakang, akan ada orang lain berikutnya, bisa jadi Marc, atau bisa jadi Peralta. Saya melihat semuanya. Jadi, kita hanya perlu tetap bersatu,” ujarnya.
Igor mengakui bahwa setiap suporter memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Ia tidak mempermasalahkan kritik terhadap taktik, rotasi, maupun keputusan pelatih. Namun, ia menyayangkan sorakan yang ditujukan kepada pemain secara personal.
“Siapa yang ingin meneriakkan sesuatu, biarkan dia meneriakkan sesuatu. Dia membayar tiketnya, dia bisa mengatakan apa yang dia inginkan. Tapi itu tidak menyenangkan bagi Kakang,” tuturnya.
Jadwal Padat Jadi Tantangan Persib
Selain menanggapi sorakan penonton, Igor juga menyoroti padatnya jadwal yang harus dijalani Persib musim ini. Maung Bandung berkompetisi di empat ajang sekaligus, sehingga harus membagi fokus antara Liga Super, AFC Champions League Two, Shopee Cup, dan kompetisi lainnya.
Menurut Igor, perjalanan jauh dan waktu pemulihan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain.
Ia mencontohkan perjalanan dari Bangkok yang memakan waktu berjam-jam, sebelum tim kembali menjalani agenda pertandingan.
“Jadwalnya seperti ini. Anda punya waktu kurang dari 72 jam dengan penerbangan. Jadi, liga membuat jadwal, mereka menempatkan kami di kompetisi,” ucapnya.
Igor menegaskan, kondisi tersebut bukan alasan untuk mengabaikan hasil pertandingan. Namun, ia berharap publik memahami situasi yang dihadapi tim ketika harus bermain dengan jeda yang singkat.
“Ini bukan alasan. Kami tahu, ini hanyalah fakta objektif. Anda harus bepergian dan Anda harus bermain,” katanya.
Ia juga meminta suporter memiliki ekspektasi yang realistis terhadap performa tim di tengah padatnya agenda. Menurutnya, Persib akan terus berjuang, tetapi kondisi pemain tidak selalu ideal dalam setiap pertandingan.
“Jika Anda mengharapkan permainan seperti Barcelona, setiap tiga hari selama delapan pertandingan berikutnya, Anda harus berpikir sebaliknya. Ini akan menjadi pertarungan, tapi Anda melihat anak-anak memberikan segalanya. Mungkin mereka membuat kesalahan, tetapi mereka memberikan segalanya,” ujar Igor.
Persib Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol
Dalam pertandingan melawan Dewa United, Persib sempat tertinggal dua gol pada babak pertama. Egy Maulana Vikri membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-22, sebelum Noah Sadraoui menggandakan skor menjadi 2-0 pada menit ke-45.
Maung Bandung kemudian bangkit selepas turun minum. Balsa Sekulic memperkecil ketertinggalan pada menit ke-51, lalu Marc Klok menyamakan kedudukan tiga menit berselang melalui tendangan dari luar kotak penalti.
Persib terus berupaya mencari gol kemenangan, tetapi hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-2.
Igor mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu bangkit meski menghadapi situasi sulit dan kelelahan akibat jadwal pertandingan.
“Saya pikir pertandingan hari ini merupakan usaha yang luar biasa dari para pemain. Mereka mengerahkan segalanya yang mereka miliki mengingat perjalanan yang melelahkan,” katanya.
Ia juga menilai semangat kebersamaan di ruang ganti menjadi hal penting bagi Persib untuk melewati periode padat ini.
“Ini sangat-sangat menunjukkan karakter yang luar biasa, menunjukkan semangat dari ruang ganti, bagaimana mereka berjuang bersama, bagaimana mereka bermain bersama, bagaimana mereka melakukan segalanya untuk satu sama lain,” pungkasnya.
Hasil imbang tersebut membuat Persib harus puas mengamankan satu poin. Tim asuhan Igor kini perlu segera memulihkan kondisi sebelum kembali menghadapi jadwal pertandingan berikutnya, termasuk di kompetisi Asia Tenggara.


Discussion about this post