BANDUNGFOOTBALL.COM — Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan bahwa timnya tengah menghadapi fase penuh tekanan dan tantangan baru dalam perjalanan mereka di Super League 2025/2026.
Setelah dua musim berturut-turut menjadi juara, Maung Bandung kini tak lagi dipandang sebelah mata oleh lawan-lawannya.
Untuk itu, menurutnya, keberhasilan Persib meraih dua gelar beruntun membuat tim-tim lain semakin termotivasi untuk menumbangkan Maung Bandung di setiap laga.
“Semua akan termotivasi menghadapi Persib karena kami dua kali menjadi juara. Jadi semua tidak mau kami menjadi juara dan itu normal,” ujar Hodak dalam sesi wawancara, Minggu (12/10/2025).
Sejak ditangani juru taktik asal Kroasia itu pada 2023, Persib tampil konsisten dan berhasil meraih dua gelar Liga 1 berturut-turut, yaitu pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Namun, pelatih asal Kroasia itu menyadari bahwa mempertahankan dominasi tidak pernah mudah.
“Itu alasannya saya pernah mengatakan bahwa untuk menjadi juara liga kedua kali atau ketiga kalinya akan selalu lebih sulit ketimbang saat pertama menjadi juara. Ketika pertama (juara), anda bisa mengejutkan, tapi untuk kedua kalinya itu tidak bisa,” ujar Bojan.
Bojan Bodak pun menilai, tekanan untuk selalu menang dan ekspektasi besar dari publik Bandung membuat setiap laga terasa seperti final. Selain itu, tim-tim lawan datang dengan motivasi ekstra karena ingin menghentikan laju Persib.
Selanjutnya, Persib dijadwalkan menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat (17/10/2025).


Discussion about this post