BANDUNGFOOTBALL.COM — Persib Bandung kembali melanjutkan langkahnya di penghujung kompetisi musim ini.
Dalam laga menghadapi Persita, pelatih Bojan Hodak memilih untuk tetap kalem, meski sejumlah hal terjadi di lapangan.
Alih-alih membahas keputusan wasit yang jadi sorotan, pelatih asal Kroasia itu memilih irit bicara.
“Untuk berbicara tentang pertandingan, jika saya tidak berbicara soal wasit, maka tidak ada lagi yang bisa dibicarakan. Jadi lebih baik saya diam saja,” ucapnya pasca laga.
Meski begitu, Hodak tetap memberi apresiasi kepada lawan dan pendukung yang hadir.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh suporter, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Persita. Mereka sangat baik dan mengorganisasi pertandingan ini dengan sangat baik,” lanjutnya.
Dua nama mencuat dalam laga ini: Teja Paku Alam dan Papa Igbo.
Keduanya mendapat kredit dari sang pelatih.
“Papa dan Teja bermain bagus. Mereka bagian dari tim kami. Kami punya pemain-pemain berpengalaman, dan kami ingin membangun koneksi antar pemain, bukan sekadar keberuntungan,” tegas Bojan.
“Papa memainkan salah satu dari dua pertandingan terakhirnya, jadi dia pasti bermain dengan all out.”
Laga sempat terhenti dan diduga mengganggu konsentrasi tim, yang akhirnya berujung kebobolan. Namun Bojan tak mau mempermasalahkan hal itu.
“Kami sudah menjuarai liga. Seharusnya kami bisa lebih rileks, tapi tentu kami tidak akan bisa menang di setiap pertandingan.”
Isu lama antara staf pelatih Persib dan Lefundes sempat mengemuka, namun Bojan meluruskan situasi.
“Waktu itu bukan saya, tapi Miro dan Yaya. Ini hal yang biasa dalam pertandingan. Bahkan kalau saya main lawan saudara saya sendiri, saya pasti ingin menang. Tapi di luar itu, kami saling menghormati.”
Atmosfer pertandingan juga jadi sorotan. Bojan berharap larangan suporter tandang bisa dievaluasi musim depan.
“Hari ini semua suporter bercampur, dan tidak ada masalah. Ini bagus untuk sepak bola Indonesia. Di Eropa kadang ada masalah juga, tapi tidak ada larangan seperti ini,” katanya.
“Masalah sebenarnya adalah kalau suporter menjauh dari stadion. Yang penting adalah edukasi, terutama buat anak-anak muda yang kadang melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.”
Bojan menegaskan bahwa atmosfer seperti inilah yang dibutuhkan dalam sepak bola:
“Beginilah seharusnya sepak bola berjalan. Di sinilah kamu merasa senang, mencoba memberikan performa terbaik. Tahun ini, tidak ada kerusuhan, tidak ada flare. Ini perubahan besar,” pungkasnya.
Dimas Drajad: Saya Fokus Dulu untuk Persib
Penyerang Dimas Drajad kembali mendapat menit bermain di laga ini.
Meski tampil sebagai pemain pengganti, eks striker Bhayangkara FC itu bersyukur atas kepercayaan yang diberikan.
“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada suporter dan pelatih yang memberikan saya main. Saya senang dan berharap di pertandingan terakhir di home kita bisa menang,” ujarnya.
Menyoal pemanggilan ke timnas, Dimas memilih tetap membumi.
“Saya pikir saya harus kerja keras di latihan. Yang penting saya fokus dulu untuk Persib.”


Discussion about this post