BANDUNGFOOTBALL.COM — Air mata, emosi yang meluap-luap, dan ambisi mencetak sejarah baru saja bercampur aduk di dalam ruang ganti Persib Bandung usai lawatan berat mereka ke Stadion BJ Habibie, Parepare, pada Minggu (17/5/2026).
Di balik raihan tiga poin krusial yang membawa Maung Bandung selangkah lebih dekat ke tangga juara, ada drama emosional yang tak tampak di layar kaca.
Asisten pelatih Persib, Igor Tolic, bahkan tak mampu menyembunyikan getaran emosinya saat menghadapi awak media selepas pertandingan.
“Maaf jika saya tidak terlalu fokus sekarang. Emosi sedang meluap-luap, tapi saya akan normal kembali dalam satu menit,” ujar Tolic.
Kemenangan ini terasa sangat sepesi bagi seluruh skuad Pangeran Biru. Mereka bertarung bukan hanya untuk trofi, melainkan untuk sang pelatih kepala, Bojan Hodak, yang harus pulang ke Kroasia demi menghadiri pemakaman ibundanya.
Igor Tolic menegaskan bahwa meski raga sang pelatih berada ribuan kilometer jauhnya, taktik dan semangat Hodak tetap hidup di lapangan.
“Saya tahu pelatih (Bojan Hodak) bersama kami, menonton, dan dia ada di dalam hati serta pikiran kami. Dan saya pikir ini menunjukkan semangat yang sebenarnya dari tim ini. Saya berharap kami bisa mempertahankan hal ini di pertandingan berikutnya karena ini belum selesai, seperti yang saya katakan juga kemarin. Ini tidak akan selesai sampai akhir. Jadi, saya berharap kita bisa meraih hasil yang baik di pertandingan berikutnya dan memenangkan liga,” tegas Tolic.
Hal senada diungkapkan oleh sang kapten, Marc Klok. Baginya, laga ini adalah momentum pembuktian bahwa seluruh tim berdiri teguh di belakang Bojan Hodak dalam masa-masa duka.
“Juga untuk pelatih Bojan, kita semua tahu situasinya saat ini. Dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bojan, sekaligus memberikan kado spesial untuknya di momen yang sulit ini. Inilah yang menjadi semangat kami hari ini,” kata Klok dengan nada emosional.
Bagi tim Pangeran Biru, kemenangan di markas PSM Makassar malam itu bernilai ganda. Selain menjaga keunggulan dua angka atas Borneo FC di puncak klasemen, hasil ini mematahkan rekor buruk di kandang PSM yang membayangi mereka selama bertahun-tahun.
“Pertandingan tandang (away) di Makassar selalu berat buat Persib. Kita kalah dalam dua musim terakhir di sini, tetapi hari ini sangat-sangat istimewa buat Persib Bandung, buat peluang juara, dan buat semua orang di Jawa Barat. Ini adalah kado yang spesial buat kalian semua. Dan saya sangat-sangat tidak sabar (excited) menyambut tanggal 23 di Bandung,” ujar Klok.
Lebih dari sekadar memutus tren negatif, Marc Klok kini berada di ambang rekor sejarah sepak bola Indonesia yang belum pernah digapai oleh pemain mana pun, yaitu meraih gelar juara liga tiga kali berturut-turut. Sebuah pencapaian yang ingin ia jadikan sebagai pesan mendalam untuk generasi muda tanah air.
“Saya pikir belum ada pemain yang bisa meraih gelar juara tiga kali berturut-turut. Dan ini akan menjadi warisan (legacy) kami, warisan saya. Namun yang lebih penting bagi saya, ini adalah sebuah pembuktian (statement) untuk orang-orang, untuk generasi berikutnya, dan untuk anak-anak di Indonesia, bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar jika kamu percaya dan bekerja keras,” tutur pemain bernomor punggung 23 tersebut.
“Dan saya rasa motivasi serta warisan yang ingin saya tinggalkan adalah: apa pun yang dikatakan orang bahwa itu tidak mungkin, sebenarnya segala sesuatu dalam hidup ini mungkin terjadi ketika kamu percaya dan bekerja keras. Semoga gelar juara (championship) yang ketiga berturut-turut ini menjadi pembuktian dan pengingat bagi semua orang Indonesia bahwa kamu harus bermimpi besar dalam hidup,” imbuhnya.
Saat ditanya mengenai ketegangan yang sempat terjadi di lapangan selepas peluit panjang dibunyikan, Klok hanya tertawa santai bersama para jurnalis dan memastikan seluruh rombongan Persib pulang dalam kondisi aman.
“Kita semua aman. Untuk apa? Untuk masalah yang tadi? Ya, ini hal biasa di sepak bola Indonesia, selalu ada emosi. Tidak apa-apa, kami cinta Makassar dan kami semua aman,” tegas Klok.
Persib kini menatap laga final sesungguhnya pada 23 Mei 2026 di Bandung dengan menjamu Persijap. Satu kemenangan lagi di hadapan Bobotoh akan menyegel status mereka sebagai penguasa tertinggi sepak bola Indonesia musim ini, dan meraih hat-trick gelar juara kompetisi teratas sepak bola Tanah Air.
Reporter: Bani
Editor: Novirahmaya


Discussion about this post