BANDUNGFOOTBALL.COM —Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan atmosfer besar akan terasa di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat Timnas Indonesia membuka ajang FIFA Series dengan menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis, Jumat (27/3/2026).
Menurut Erick, FIFA Series bukan sekadar laga uji coba. Turnamen ini menjadi momen penting bagi Timnas Indonesia untuk memulai era baru bersama pelatih John Herdman, sekaligus memperlihatkan wajah baru permainan skuad Garuda di hadapan publik sendiri.
Ia menegaskan, kesempatan menjadi tuan rumah ajang FIFA yang baru pertama kali digelar ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Indonesia ingin menunjukkan kesiapan sebagai pusat sepak bola di kawasan, termasuk dari sisi penyelenggaraan pertandingan internasional.
“Kami ingin FIFA Series di GBK menjadi momentum positif. Bukan hanya bagi Timnas, tetapi juga bagi sepak bola Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah dengan atmosfer luar biasa,” ujar Erick.
Laga melawan Saint Kitts and Nevis juga akan menjadi debut bagi John Herdman. Pelatih asal Kanada itu dikenal memiliki rekam jejak impresif setelah sukses membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun.
“Coach Herdman punya pengalaman membangun tim hingga tampil di Piala Dunia. Kami berharap energi baru itu bisa terasa di Timnas Indonesia,” tambah Erick.
Pertandingan pembuka ini juga menghadirkan cerita menarik. Duel kedua tim berpotensi menghadirkan nuansa “rasa Liga Inggris”, mengingat sejumlah pemain dari kedua kubu memiliki pengalaman berkarier di Inggris.
Di skuad Indonesia, terdapat nama seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On. Sementara dari Saint Kitts and Nevis, ada Jordan Bowery dan Tyrese Shade.
Sorotan juga tertuju pada kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda setelah terakhir tampil pada Mei 2024. Kehadirannya diyakini akan memperkuat lini pertahanan Indonesia, terutama dalam menghadapi permainan fisik lawan.
Pada FIFA Series kali ini, Timnas Indonesia diperkuat kombinasi 24 pemain, terdiri dari 14 pemain yang berkarier di luar negeri dan 10 pemain dari kompetisi domestik. Perpaduan ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara pengalaman internasional dan karakter lokal.
Erick menilai komposisi tersebut mencerminkan perkembangan positif sepak bola Indonesia. “Kita punya banyak pemain abroad, tapi liga domestik tetap jadi fondasi. Kombinasi ini yang ingin kita bangun agar Timnas semakin kuat,” jelasnya.
Dukungan suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno diyakini akan menjadi energi tambahan bagi para pemain. Atmosfer khas GBK kerap menjadi kekuatan tersendiri bagi Timnas saat tampil di kandang.
Erick pun berharap FIFA Series menjadi lebih dari sekadar pertandingan, melainkan awal perjalanan baru bagi Timnas Indonesia di bawah arahan John Herdman.
“Kami ingin masyarakat datang ke stadion, mendukung Timnas, dan menyaksikan FIFA Series perdana ini. Semoga ini jadi langkah awal yang positif,” tutupnya.


Discussion about this post