BANDUNGFOOTBALL.COM — FIFA akan memberikan benefit kepada klub-klub di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang berkontribusi dalam perjalanan pemain menuju Piala Dunia.
Dalam siaran pers resminya, FIFA memastikan Program Manfaat Klub (Club Benefits Programme/CBP) untuk Piala Dunia 2026 akan mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi nominal maupun jangkauan penerima manfaat.
Total dana yang disiapkan mencapai USD 355 juta atau meningkat hampir 70 persen dibanding edisi sebelumnya di 2022.
Menariknya, untuk pertama kalinya, semua klub yang melepas pemain di fase kualifikasi juga akan mendapat kompensasi, bukan hanya yang pemainnya tampil di putaran final.
Bagi Persib, peluang itu bukan sekadar wacana. Bek andalan Maung Bandung, Frans Putros, saat ini tengah memperkuat timnas Irak di fase kualifikasi Piala Dunia 2026. Artinya, Persib berpotensi ikut merasakan dampak finansial dari program ini jika kontribusi Putros berlanjut hingga putaran berikutnya.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa langkah ini jadi bentuk apresiasi nyata terhadap kontribusi klub di seluruh dunia.
“Edisi terbaru Program Manfaat Klub FIFA untuk Piala Dunia FIFA 2026 melangkah lebih jauh dengan memberikan pengakuan secara finansial atas kontribusi besar yang diberikan banyak klub dan pemain di seluruh dunia dalam penyelenggaraan kualifikasi maupun putaran final,” ujar Infantino.
“Rekor dana sebesar USD 355 juta dolar AS (Rp6 Triliun) akan didistribusikan kepada klub atas pelepasan pemain mereka (ke Piala Dunia 2026). dan hal ini semakin memperkuat kolaborasi solid kami dengan Asosiasi Klub Eropa serta klub-klub di seluruh dunia, seiring kita menyambut edisi Piala Dunia FIFA yang inovatif dan inklusif secara global tahun depan.”
Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Klub Eropa (ECA), Nasser Al-Khelaifi, yang menyambut positif langkah FIFA ini.
“Kami di ECA senang dapat bekerja sama dengan FIFA dalam mendukung pengembangan Program Manfaat Klub FIFA yang inovatif ini. Program ini akan memastikan lebih banyak klub di seluruh dunia mendapatkan penghargaan atas kontribusi mereka dalam melepas pemain, sekaligus menunjukkan bagaimana nota kesepahaman antara ECA dan FIFA mendukung pertumbuhan berkelanjutan sepak bola klub global,” ujarnya.
“Klub memiliki peran penting dalam kesuksesan sepak bola tim nasional, dan inisiatif ini mengakui setiap tahap kontribusi tersebut, mulai dari pengembangan pemain hingga pelepasan mereka untuk pertandingan paling penting. Kami berharap dapat terus bekerja sama erat dengan FIFA dan komunitas sepak bola global untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan sepak bola internasional.”
Sebagai perbandingan, pada edisi sebelumnya di Piala Dunia 2022, FIFA menyalurkan dana sebesar USD 209 juta kepada 440 klub dari 51 asosiasi anggota. Dengan format baru ini, jumlah penerima manfaat dipastikan akan jauh lebih luas.
Bagi klub-klub di Indonesia, kebijakan ini tentu membuka peluang baru. Kontribusi terhadap tim nasional kini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga berdampak langsung secara finansial.
Detail teknis terkait distribusi dana dan mekanisme pendaftaran akan diumumkan FIFA dalam waktu dekat.


Discussion about this post