BANDUNGFOOTBALL.COM — Persib masih harus menunggu kepastian lawan, jadwal, hingga lokasi pertandingan semifinal Piala Presiden 2026. Meski begitu, pelatih Igor Tolic berharap Maung Bandung tetap mendapatkan hak bermain di kandang setelah keluar sebagai juara Grup A.
Menurut Tolic, secara logika tim yang finis sebagai juara grup seharusnya mendapat keuntungan bermain di kandang sendiri.
“Kami ada di dua grup dan kami menjadi nomor satu di grup kami. Jadi seharusnya kami tetap bermain di kandang,” ujar Tolic saat diwawancarai oleh wartawan.
Ia mengaku hingga kini belum mengetahui siapa lawan yang akan dihadapi maupun lokasi pertandingan semifinal.
“Kalau Anda bertanya kepada saya siapa lawan di semifinal, saya tidak tahu. Kapan pertandingannya, saya tidak tahu. Di mana pertandingannya, saya juga tidak tahu. Tetapi kami siap untuk segala kemungkinan,” katanya.
Meski demikian, Tolic menilai atmosfer Stadion Si Jalak Harupat menjadi alasan kuat mengapa Persib layak bermain di Bandung.
“Bagi kami sebagai juara grup, akan sangat normal jika kami bermain di sini di kandang. Atmosfernya luar biasa, semua tiket terjual habis,” ucapnya.
Ia juga mempertanyakan apabila Bobotoh harus bepergian jauh untuk mendukung Persib di semifinal.
“Ini lebih baik daripada bermain di lapangan netral di hadapan lima ribu penonton. Masyarakat Bandung selalu mendukung klub, membeli tiket, dan datang ke stadion. Kalau mereka harus bepergian dua jam dengan pesawat, saya tidak tahu apakah itu pantas diminta dari para pendukung,” ujarnya.
Igor sempat menjelaskan analogi Championship.
“Sama seperti kompetisi liga. Kalau Persib melawan Persija di Bandung, ya bermain di Bandung. Kalau kami finis kedua dan Persebaya juara grup, maka kami yang datang ke kandang mereka,” tambahnya.
Meski memiliki harapan tersebut, Tolic menegaskan Persib akan menghormati apa pun keputusan panitia penyelenggara.
“Kami menghormati pihak penyelenggara. Mereka tahu apa yang mereka lakukan. Kami akan bermain kapan pun dan di mana pun kami harus bermain, apakah di Bandung, Surabaya, atau Bali,” tutupnya.


Discussion about this post