BANDUNGFOOTBALL.COM – Viking Persib Club (VPC) menggelorakan upaya perdamaian kepada suporter Indonesia. Melalui surat terbuka, Kelompok terbesar Bobotoh Persib ini mengeluarkan sebuah maklumat yang berisikan 4 poin imbauan kepada elemen Persib (Manajemen, Official, Pemain dan Bobotoh).
Dalam rilis yang kami terima, surat terbuka tertanggal 28 September 2018 tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Viking Persib Club, Herru Djoko, dan Dirigen Viking Persib Club, Yana Umar.
“Sepakbola Indonesia kembali dirundung duka, kematian Haringga Sirla salah seorang pendukung Persija Jakarta ketika hendak menonton pertandingan Go-Jek Liga 1 antara Persib Bandung dan Persija Jakarta, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, 23 September 2018, seakan menambah catatan kelam deretan suporter sepakbola yang meninggal dunia di Indonesia,” buka rilisan Viking Persib Club tersebut.
Tewasnya Harringga menjadi pukulan telak bagi dunia sepakbola Indonesia, VPC sendiri mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan segelintir oknum Bobotoh. Tentunya kejadian ini mencoreng nama baik Persib dan Bobotoh dimata publik.
“Setiap orang berhak untuk menyaksikan pertandingan sepakbola dengan aman dan nyaman, karena budaya Bangsa Indonesia yang dibangun oleh para pendahulu adalah mengajarkan kita untuk bersikap santun, menghormati sesama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” lanjut isi rilisan tersebut.
Selain mendukung penuh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan memberikan hukuman yang adil kepada para pelaku, VPC juga meminta kepada otoritas tertinggi sepakbola di Indonesia, PSSI agar memberikan putusan secara tepat dan bijaksana.
Demi menghormati dan berbelasungkawa terhadap almarhum Haringga Sirla, dan korban-korban kekerasan sepakbola sebelumnya, Viking Persib Club menghimbau kepada seluruh elemen Persib (Manajemen, Pemain, Official dan Bobotoh):
1. Mengajak seluruh elemen Persib untuk melakukan langkah kongkrit demi mewujudkan perdamaian antar suporter, semangat untuk terus memperbaiki diri untuk kemajuan sepakbola di Indonesia.
2. Tidak melakukan bentuk provokasi apapun serta menjaga nilai-nilai kekeluargaan, menjaga nama baik Persib dan Bobotoh, mensosialisasikan perdamaian dengan suporter manapun, baik di media sosial maupun lingkungan sosial.
3. Tidak melakukan ujaran kebencian (perkataan, perilaku, tulisan dan pertunjukan), menyebarkan berita palsu dan SARA, demi terwujudnya perdamaian antar suporter, serta mendukung upaya untuk mengakhiri kekerasan dalam dunia sepakbola di Indonesia.
4. Menjunjung tinggi sportivitas dalam mendukung Persib dengan menghentikan pesan, nyanyian atau chants dan atribut yang berbau rasis, atau menyudutkan pihak tertentu.



Discussion about this post