BANDUNGFOOTBALL.COM – Mario Gomez memberi isyarat akan menurunkan para pemain yang ia duga telah melakukan praktek “Match Fixing” menjadi starter ketika bertemu Perseru Serui, Jumat (23/11/18), di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-32.
Mario Gomez juga mengaku telah berbuat salah karena menuding pemainnya melakukan tindakan pengaturan skor, ia berkilah saat itu tidak bisa menjaga tempramennya di ruang ganti pemain.
“Tidak, saya tidak perlu memberi istirahat untuk beberapa pemain, tentu mereka akan bermain di Pertandingan selanjutnya. Supardi, Ardi, Ghozali, dan Patrich mereka main tentu, ini normal,” kata Gomez, Rabu (21/11/18), di Graha Persib, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung.
Seperti diketahui, manajemen telah mencairkan ketegangan diantara pelatih dan para pemain Persib terkait isu pengaturan skor sebelum tim bertolak menuju Bali siang tadi.
Manajemen juga berharap Persib bisa mendapat hasil maksimal di 3 laga sisa Liga 1.
“Kalau sekarang (Juara) agak pudar, kalau menurut hitungan susah rasanya tidak mungkin, tapi Tuhan maha adil, kita bukan mendoakan yang lain kalah. Minimal target runner up lah. Itu aja kita biar bisa runner up bisa mewakili (Piala AFC),” terang manajer tim, Umuh Muchtar.
Mario Gomez juga menekankan kepada anak asuhnya agar memberikan kemampuan terbaiknya sehingga Maung Bandung bisa menyapu bersih 3 laga tersisa.
“Kita akan mencoba menang, ada 9 poin. Ini sangat mungkin, tapi ini susah untuk menjadi juara. Mungkin peringkat 1 atau 2, Kita akan tetap coba,” kata Gomez.
BERITA TERKAIT
Misteri Keberadaan Soler Masih Menjadi Teka-teki
Akui Kesalahan, Mario Gomez “Dimaafkan” Para Pemain Persib
Jaga Kondusifitas Tim, Pemain dan Pelatih Sepakat Berdamai
Mario Gomez Beri Sinyal “Lempar Handuk” Dalam Perburuan Juara Liga 1


Discussion about this post