BANDUNGFOOTBALL.COM — Persib tengah bersiap menghadapi PSM Makassar dalam lanjutan kompetisi domestik. Di tengah persiapan tersebut, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar turut menyoroti kondisi tim yang harus menjalani jadwal pertandingan cukup padat.
Hal itu disampaikan Umuh saat ditemui pada sesi latihan Persib di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (3/9/2026).
Menghadapi PSM Makassar, Persib dipastikan menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Umuh menyebut Persib akhirnya harus menggunakan GBLA karena Stadion Si Jalak Harupat tidak dapat digunakan untuk satu dan lain hal. Meski begitu, ia berharap kondisi tersebut tidak mengganggu persiapan Maung Bandung.
“Ya, alhamdulillah ya. Kita walaupun GBLA belum 100 persen, ya, tapi karena di Si Jalak Harupat satu sudah tidak boleh dipakai, nanti kita main di sini di GBLA. Mudah-mudahan aja ya semuanya lancar dan tidak ada masalah. Yang penting Persib dapat tiga poin. Nah, gitu ya. Semuanya Persib selalu menang, insya Allah, ya,” ujar Umuh.
“Yang penting Persib dapat tiga poin. Semuanya Persib selalu menang, insya Allah,” tambahnya.
Umuh juga berencana memberikan motivasi langsung kepada para pemain. Terlebih, ia menilai pertandingan awal setelah memasuki musim baru tidak selalu mudah.
“Insya Allah lah kalau lihat pemain-pemain sekarang. Walaupun tadi pun juga jangan dikatakan main bagus, main bagus, tapi kalau belum waktunya dan kita pun juga kalau bukan rezekinya kan juga bisa bahaya,” katanya.
Karena itu, Umuh menyebut dirinya akan menyampaikan beberapa pesan kepada pemain saat berkumpul dan makan bersama.
“Insya Allah sekarang kan mereka pada makan juga di sana. Kita berkumpul. Nanti saya akan menyampaikan juga satu-dua kata lah kepada mereka,” ucapnya.
Umuh Ingin Pemain Lokal dan Asing Makin Menyatu
Momen makan bersama tersebut juga menjadi salah satu cara Umuh untuk menjaga kekompakan skuad Persib. Menurutnya, tidak boleh ada sekat antara pemain lokal dan pemain asing.
“Betul, betul. Jadi kita kan selalu mempersatukan, kadang saya bawa makan ke mana, di mana. Nah, itu untuk mempersatukan, mempererat persahabatan,” tutur Umuh.
Ia berharap kebersamaan di luar lapangan bisa membuat para pemain semakin dekat dan nyaman satu sama lain.
“Jadi mereka tidak ada, ‘Oh kalau di sini lokal, di sana asing,’ gitu kan. Jadi nanti kita berbaur. Kalau waktu makan kan mereka bisa ngobrol bersama, sambil saling bercanda,” katanya.
“Jadi tidak ada lokal, tidak ada asing. Jadi semuanya harus berbaur dan tetap bersatu begitu,” tegas Umuh.
Khawatir Jadwal Padat Picu Cedera
Selain persiapan menghadapi PSM, Umuh juga memberikan perhatian khusus terhadap jadwal Persib yang cukup padat. Terlebih, Maung Bandung harus menjalani pertandingan domestik dan agenda kompetisi Asia dengan waktu istirahat yang terbatas.
Menurut Umuh, hal yang paling dikhawatirkan dari padatnya jadwal tersebut adalah potensi pemain mengalami cedera.
“Nah, ini yang sangat padat ini ya. Saya yang dikhawatirkan cederanya itu ya. Tapi mudah-mudahan tidak ada,” ungkapnya.
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena setelah menjalani pertandingan di Korea Selatan, Persib dijadwalkan langsung menuju Jepara tanpa terlebih dahulu kembali ke Bandung. Seperti yang diketahui bahwa Persib akan menghadapi PSM Makassar pada 6 September dan Persija pada 12 September, sementara laga kontra FC Seoul dijadwalkan 16 September 2026.
“Nah, kan kita nanti pulang dari Korea langsung juga ke Jepara, tidak pulang dulu ke Bandung. Nah, ini juga sangat capek, sangat lelah,” kata Umuh.
Ia berharap ada tambahan waktu istirahat bagi para pemain. Menurutnya, jeda dua hari saja belum tentu cukup mengingat perjalanan panjang dari Korea Selatan.
“Ya harusnya ada jeda lah, minimal satu hari lagi, dua hari lagi. Diatur, PSSI harusnya bisa mengatur seperti itu,” ujarnya.
Umuh menilai persoalan jadwal ini bukan hanya berkaitan dengan kepentingan klub, tetapi juga karena Persib membawa nama Indonesia ketika tampil di kompetisi Asia.
“Karena itu pun juga tidak bagus kalau ada pertandingan-pertandingan cuma dua hari. Apalagi ini kita kan membawa nama Indonesia dan pergi pun juga di luar negeri, ke Korea, bukan dekat,” tuturnya.
“Perjalanan lelah, harusnya ada spare waktu, dikasihlah dua hari minimal mereka supaya normal. Dan tidak normal ya sebetulnya dua hari pun juga, karena keluar dari Korea itu pasti sangat lelah,” pungkas Umuh.


Discussion about this post