BANDUNGFOOTBALL.COM — Julio Cesar de Freitas Filho, bek tengah asal Brasil yang baru bergabung dengan Persib Bandung, langsung merasakan sambutan luar biasa dari Bobotoh sejak mendarat di Indonesia.
Pemain berusia 30 tahun ini mengaku tak menyangka popularitasnya meroket hanya dalam hitungan hari.
“Sebelumnya saya hanya punya empat ribu followers, sekarang sudah lebih dari seratus ribu. Itu gila! Tapi ini sangat bagus bagi kami,” ujar Julio sambil tertawa kecil dalam sesi wawancara.
Julio mengaku sudah merasakan atmosfer magis stadion sejak laga kontra Dewa United, bahkan sebelum ia resmi tampil.
Kedatangannya langsung dari Jakarta ke stadion saat itu membuatnya langsung jatuh cinta pada atmosfer pertandingan.
“Saya langsung datang ke laga melawan Dewa. Fans luar biasa, atmosfernya sangat indah. Saya sangat senang berada di sini dan sangat antusias untuk segera bermain di lapangan,” ungkapnya.
Salah satu alasan utama Julio menerima tawaran bermain di Persib adalah reputasi klub dan pengalaman positif dari sesama pemain Brasil yang pernah membela Maung Bandung.
“Saya tahu Persib adalah klub besar yang pernah juara dua kali. Beberapa teman saya dari Brasil cerita soal klub ini, tentang fans, dan liga yang makin bagus tiap tahunnya. Jadi saat saya mendapat undangan, saya sangat senang,” tuturnya.
Dalam skema pertahanan musim ini, Julio akan berduet dengan Patricio Matricardi, bek asal Argentina yang juga baru direkrut Persib.
Meski berasal dari negara berbeda, komunikasi di antara keduanya tidak menemui kendala berarti.
“Saya sudah bicara dengan Patricio setelah latihan. Dia orang yang rendah hati dan pintar bermain. Bahasa Portugis dan Spanyol mirip, jadi kami bisa saling memahami,” jelas Julio.
“Dia cepat dan bisa build-up dari belakang. Saya pikir kami bisa bekerja sama dengan baik musim ini.”
Julio juga mengaku terbantu dengan kehadiran banyak pemain asal Amerika Latin di dalam tim.
Hal ini membuat proses adaptasi berjalan lebih mudah, terutama karena ada kesamaan bahasa dan budaya.
“Ketika punya teman yang bicara bahasa yang sama, itu membantu banyak. Beberapa staf juga dari Brasil. Tapi sekarang dalam sepakbola, bahasa Inggris juga cukup memudahkan untuk komunikasi,” tambahnya.
Dan ya, meski baru di Bandung, Julio sudah mulai menyerap sedikit budaya lokal.
“Bahasa Sunda? Apa yang harus saya katakan? Hatur nuhun,” ujarnya sambil tertawa.


Discussion about this post