BANDUNGFOOTBALL.COM — Pertandingan sengit tersaji di Banten International Stadium pada Senin (21/4) malam, saat Dewa United menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2025/2026. Meski berakhir imbang 2-2, laga ini menyisakan beragam kontroversi, mulai dari gol “gaib” hingga rapor merah kepemimpinan wasit.
Persib sempat berada di ujung tanduk setelah tertinggal 0-2 lewat gol Alex Martins dan Ricky Kambuaya. Namun, keunggulan jumlah pemain pasca kartu merah Alex Martins dimanfaatkan dengan baik oleh anak asuh Bojan Hodak untuk memaksakan hasil imbang melalui penalti Thom Haye dan sundulan Andrew Jung.
Dalam jumpa pers usai laga, pelatih Persib, Bojan Hodak, menyebut pertandingan ini sangat menarik secara visual namun mengecewakan secara hasil.
“Saya rasa orang-orang yang membayar untuk menonton senang dengan pertandingannya. Menarik, banyak peluang, banyak gol. Tapi secara pertahanan, kami membuat kesalahan yang seharusnya tidak terjadi,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Isu paling krusial dalam laga ini adalah gol pertama Dewa United. Para pemain Persib sempat berhenti mengejar bola karena meyakini bola telah melewati garis gawang sebelum dioper oleh Alexis Messidoro. Hodak pun tidak menutupi kekecewaannya atas reaksi para pemainnya yang dianggap tidak profesional dalam momen tersebut.
“Gol pertama itu seperti kekanak-kanakan. Kami berhenti bermain karena semua orang mengira ‘bola keluar’, tetapi bola baru dinyatakan keluar ketika wasit mengatakannya,” tegasnya.
Selain menyoroti kesalahan taktis timnya yang membiarkan lawan mencetak dua gol, Bojan Hodak secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap perangkat pertandingan. Baginya, banyak keputusan wasit yang dianggap merugikan dan tidak konsisten sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan.
“Pada akhirnya saya sangat kecewa dengan wasit. Ada banyak situasi yang sangat dipertanyakan. Kami akan menempuh jalur resmi dan mengirimkan surat (protes),” tambah Hodak.
Menghadapi sisa musim, Hodak menekankan pentingnya ketenangan dan fokus. Ia mengakui bahwa membongkar pertahanan Dewa United yang “memarkir bus” pasca kartu merah bukanlah perkara mudah. Kini, ia berharap atmosfer stadion kandang yang penuh dapat menjadi suntikan energi bagi Marc Klok dkk.
“Kami perlu tenang kembali dan fokus pada permainan kami. Bermain di stadion kami, terutama jika penuh, akan memberikan kami tenaga tambahan,” pungkasnya.


Discussion about this post