BANDUNGFOOTBALL.COM — Bagi pelatih Persib, Bojan Hodak, sepak bola tanpa penonton ibarat sayur tanpa garam; hambar dan tak bernyawa. Hal ini terungkap usai laga tandang perdana Persib ke markas Dewa United di Banten International Stadium (BIS), Senin (21/4/2026) lalu.
Meski duel berakhir imbang 2-2, bagi Hodak, sunyinya tribun di Banten adalah kehilangan terbesar bagi timnya. Tiga tahun menetap di Bandung telah mengubah cara pandang Hodak terhadap suporter. Ia tak lagi melihat mereka sebagai penonton, melainkan bagian dari kesebelasan yang ia pimpin.
“Saya sudah di sini tiga tahun. Setiap kali kami bermain di kandang, mereka adalah pemain ke-12 kami,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut selepas melawan Dewa United.
Ia mengaku sudah terbiasa dengan denyut nadi stadion yang penuh. Baginya, tekanan dari bangku tribun, bahkan jika itu berupa hinaan dari suporter lawan saat laga tandang, adalah detak jantung dari olahraga ini.
“Terkadang lawan menghina Anda, itu juga bagus karena Anda memiliki perasaan bahwa inilah sepak bola. Perasaan terburuk sebenarnya adalah bermain tanpa penggemar,” tuturnya jujur.
Kerinduan Hodak akan atmosfer suporter seolah langsung terobati begitu rombongan tim tiba di Provinsi Ujung Kulon Pulau Jawa ini. Meski laga di Banten digelar tanpa penonton, Bobotoh tetap menunjukkan kelasnya.
Kedatangan punggawa Maung Bandung disambut meriah oleh ratusan suporter yang sudah menanti. Ini menjadi momen emosional, mengingat laga kemarin adalah kunjungan resmi pertama Persib ke Banten sejak Dewa United bermarkas di BIS musim ini.
Walau pintu stadion tertutup rapat bagi suporter, gairah Bobotoh tidak luntur. Beberapa kelompok pendukung tetap melakukan perjalanan ke BIS, hanya untuk menyemangati bus tim di jalanan menuju stadion, memastikan para pemain tahu bahwa mereka tidak berjuang sendirian di tanah jawara.
Kini, dengan koleksi 65 poin dan posisi puncak klasemen yang masih aman dari kejaran Borneo FC, Persib menatap laga-laga selanjutnya. Bojan Hodak pun bisa sedikit bernapas lega, bahwa jika di Banten ia merindukan keriuhan, di Bandung ia akan kembali pulang ke pelukan ribuan “pemain ke-12” yang siap membakar semangat di stadion yang penuh sesak.


Discussion about this post