BANDUNGFOOTBALL.COM – Persib tak mampu menghentikan serangkaian hasil minor setelah dipermalukan tuan rumah PSIS Semarang 3-0, Minggu (18/11/18), di Stadion Moch. Soebroto, Magelang.
Berlanjut di 8 laga terakhir, Maung Bandung tak mampu membalas kekecewaan Bobotoh karena hanya mampu menang di 1 laga saja melawan Bhayangkara FC. Terlebih yang menjadi sorotan dalam dua laga terakhirnya, Bojan Malisic dan Kawan-kawan seakan kehilangan gairah untuk tetap berjuang merebut tahta tertinggi kompetisi Liga 1.
Di laga kontra Mahesa Jenar ini, Mario Gomez melakukan rotasi besar-besaran pada komposisi 11 pemain utamanya. Juru taktik berkebangsaan Argentina ini menjelaskan tujuan penyegaran komposisi pemainnya itu karena ia beranggapan beberapa pemain utamanya jenuh karena padatnya jadwal pertandingan.
Beberapa pemain terkadang membutuhkan istirahat untuk memulihkan pikirannya, menurut Gomez. Karena itu ia merasa perlu memberikan jatah libur kepada para pemainnya.
Tak disangka, racikan taktik yang ia lakukan di pertandingan kemarin melawan PSIS Semarang malah membawa petaka, Persib tampil tak seperti biasanya. Kekompakan yang selama ini menjadi kekuatan Persib tak terlihat di pertandingan kemarin.
“Itu hanya opini anda saja, saya pikir di babak kedua kita bermain lebih baik tapi kami kehilangan beberapa peluang, perbedaannya hanya kita tidak bisa memanfaatkan peluang,” ujarnya.
Gomez menilai kekalahan timnya dari PSIS karena anak asuhnya gagal memaksimalkan peluang di lapangan.
“Kita main cukup baik tapi tidak bisa cetak gol. Jelas kita kalah. Kita tidak bisa bicara lain tentang kita kalah 3 gol karena semua itu akibat kesalahan kita, tentu. Tapi kita berusaha cetak beberapa gol tapi kita tidak bisa,” kata pelatih berusia 61 tahun ini.
BERITA TERKAIT
Persib Bandung Rekrut ‘The Professor’
Rotasi Pemain Bikin Fatal, Gomez: Mereka Lelah Pikiran
Dicukur PSIS 3-0, Gomez Tolak Sebut Persib Bermain Buruk


Discussion about this post