BANDUNGFOOTBALL.COM – PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengungkapkan alasan kendala mengapa video asisstant referee (VAR) tidak dilakukan di kompetisi sepakbola Indonesia.
“Alat bantu tentunya harus dikordinasikan juga dengan PSSI. Kalau kita bicara yang namanya VAR, itu prosesnya cukup panjang. Itu kemungkinan butuh waktu beberapa bulan, dan walaupun digunakan mungkin baru bisa dilaksanakan pada tahun 2019, karena dari sisi teknis VAR itu harus terkoneksi dengan kamera di stadion,” kata CEO PT Liga Indonesia Baru, Risha Adi Wijaya dilansir dari bola.net, Kamis (5/4/18).
VAR sendiri adalah teknologi video yang membantu wasit. Teknologi VAR bekerja dengan memakai dua video yang memonitor peristiwa di lapangan sehingga membantu kerja wasit dalam menilai suatu pelanggaran maupun insiden di lapangan lainnya.
“Lalu harus ada tim yang memantau pertandingan tersebut dalam bentuk mobile di masing-masih klub. Nah tim yang memantau itu akan menginformasikan setiap ada pelanggaran, gol, atau offside kepada wasit. Begitu pun wasit, wasit harus dibiasakan dengan menggunakan VAR, dan itu semua perlu biaya yang cukup besar,” katanya.
Namun ia menyebutkan wacana pemakaian VAR tersebut sudah disampaikan langsung kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
“Contohnya, Perseru Serui yang notabennya dari sisi tranportasi untuk mengangkat peralatan broadcast tidak mudah. Kalau semua pertandingan sudah live broadcasr kemungkinan untuk menggunakan VAR itu lebih gampang,” tandas Risha.
BERITA TERKAIT :
Begini Komentar Manajemen Terkait Nasib Dua Pemain Seleksi
Bertekad Bangkit, Bobotoh Siap ‘Teror’ Mitra Kukar
Antisipasi Potensi Kembali Di Sanksi, Bobotoh Dilarang Bawa Flare
Hadapi Naga Mekes, Gomez Peringatkan Pemainnya Tentang Hal ini
Usung Misi Bangkit, Persib Waspadai Lini Serang Mitra Kukar


Discussion about this post