BANDUNGFOOTBALL.COM – Srdjan Lopicic menjadi satu-satunya debutan Persib yang tampil selama 90 menit penuh di laga melawan Persiwa Wamena, Minggu (27/1/19) kemarin.
Sesuai janjinya, Miljan Radovic di laga kemarin menerapkan formasi menyerang 4-3-3. Menurunkan tiga gelandang di tengah yakni Kim Jefrey Kurniawan, Erwin Ramdani dan Srdjan Lopicic. Suatu keputusan berani dari pelatih berkebangsaan Montenegro ini memilih ketiganya untuk menempati post krusial, engine room Persib. Dua debutan, satu muka lama yang absen sepanjang satu setengah musim, ketiganya bermain bersama untuk pertama kali.
Dengan hanya memiliki waktu persiapan dua pekan, tanpa pernah melakukan uji tanding sebelumnya, laga melawan Persiwa ini menjadi eksperimen bagi Miljan Radovic untuk menakar kemampuan para pemainnya, terutama peran pemain tengah, lini vital yang menentukan, mempengaruhi atau menjadi alur penyerangan Persib.
Koordinasi dan pemahaman peran sangat terlihat di pertandingan melawan Persiwa kemarin, sangat mustahil trio Kim-Erwin-Srdjan bisa langsung nyetel pada gameplan yang diterapkan Radovic. Untung saja lawan Persib kali ini adalah klub yang baru saja terdegradasi ke Liga 3, Kim yang diplot sebagai gelandang bertahan, sebagai benteng pertahana pertama lalu berperan sebagai pembagi juga tak terlalu bersusah payah menghadapi gempuran pemain yang berada dua level dibawahnya. Hanya Erwin Ramdani saja mungkin yang kemarin terlihat bingung, bermain bukan pada posisinya, mungkin saja Radovic ingin melihat bagaimana winger jebolan Diklat Persib ini bisa menunjukan versatilitasnya sebagai seorang gelandang, masih dibutuhkan waktu bagi Erwin untuk bermain di posisi barunya.
Pasing-pasing pendek, bola-bola daerah cepat yang menjadi ciri khas Persib ketika ditukangi Mario Gomez hilang di pertandingan kemarin. Peran Lopicic yang diharap menjadi gelandang serang kreatif, motor serangan, dengan ekspektasi kualitas individu diatas rata-rata, seorang midfield entertaint yang bisa membuat takjub seisi stadion, talisman yang selalu memberi bola-bola mematikan untuk barisan serang Persib nyaris tak terlihat.
Sepanjang laga, Lopicic malah cenderung tampil kebingungan, lini depan Persib nyaris tanpa suplay. Persib terlalu mengandalkan serangan melalui sayap, dengan atau tanpa instruksi Radovic, Lopicic cenderung bergerak ke area kanan yang dihuni Febri Hariyadi, menjadi set-piece tacker 4 kali di babak pertama, 2 crossing gagal dari tendangan bebas, 2 crossing sukses dari tendangan penjuru, dan satu tendangan yang tak menemui sasaran.
Hal itu juga terjadi pada babak kedua, dua crossing dari tendangan bebas Lopicic di area kanan pertahanan Persiwa tak menemui sasaran. Satu key-pass berhasil diberikan Lopicic untuk Esteban Vizcarra sedikit diluar area kota penalti Persiwa, namun sayang tendangan Vizcarra juga tak menemui sasaran.
Dengan role yang yang diperankannya, seharusnya Lopicic bisa menjelajah sepertiga area pertahanan lawan di pertandingan kemarin, tapi nyatanya hanya satu dribble sukses saja yang berhasil ia lakukan.
Statistik Srdjan Lopicic vs Persiwa Wamena
1 successful tackle
1 successful intercept
4 fouls committed
2 fouls against
1 yellow card
1 successful dribble
3 successful cross
2 shots attempted
1 shot on target
1 key pass
Distribusi Bola dan Offensive Action Serdjan Lopicic vs Persiwa Wamena



Discussion about this post