BANDUNGFOOTBALL.COM – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak angkat bicara terkait teka-teki mengapa salah seorang pemainnya, Achmad Jufriyanto kerap mengisi bangku cadangan.
Menurut pelatih asal Kroasia itu, pemain yang akrab disapa Jupe mengisi peran penting dalam skuad, meski jarang masuk line up.
Bojan menyebut banyak rekan setimnya yang menaruh hormat kepada Jupe, yang notabene menjadi satu-satunya pemain yang masih bertahan saat Persib meraih gelar juara tahun 2014.
“Jupe merupakan salah satu pemain tertua di tim, banyak pemain menaruh hormat padanya, pemain asing juga menaruh hormat pada pemain lokal sepertinya. Dia adalah bagian dari sejarah Bandung, dia merupakan bagian dari tim ketika terakhir menjuarai liga,” ujar Bojan Hodak.
Bahkan bek berusia 37 tahun yang pernah bermain untuk klub Kuala Lumpur FC itu, menurutnya, bisa membantu Bojan Hodak untuk mengkomunikasikan pada para pemain lain.
Menurutnya, kemampuan bahasa asing Jupe cukup membantunya dalam menerjemahkan maksud arahannya.
“Bagi saya, nilai lebihnya dia pernah bermain di luar negeri, bermain di Malaysia, jadi dia bisa mengerti bahasa dan apapun yang saya butuhkan untuk menerjemahkan sesuatu dalam bidang sepakbola, dia bisa melakukannya,” kata Bojan.
“dia bisa memberikan informasi yang saya butuhkan. Jadi bagus bisa memiliki sosok yang bisa memandang banyak hal di sekitar dan di masa depan, dia akan menjadi pelatih yang bagus/hebat,” pungkasnya.


Discussion about this post