BANDUNGFOOTBALL.COM – Manajemen Arema FC terang-terangan membalas terkait pernyataan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts.
Diwartakan sebelumnya, pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts membongkar terkait permasalahan internal Arema terkait keterlambatan pembayaran gaji.
Pelatih berkebangsaan Belanda itu melontarkan pernyataan tersebut melalaui unggahan video di kanal YouTube pribadinya.
Perwakilan manajemen Arema FC akhirnya buka suarat terkait pengakuan Robert Alberts. “Manajemen Arema FC tidak pernah berniat, apalagi sampai mengontrak Robert,” terang Sudarmaji Media Officer Arema FC, dikutip dari Tribun, Selasa (21/4/2020).
Manajemen Arema FC mengklaim masalah yang dialami Robert Alberts itutelah terjadi sepuluh tahun silam. Menurut Sudarmaji, manajemen Arema kala itu berbeda dengan yang saat ini.
“Manajemennya sudah beda. Manajemen sekarang tidak ada catatan keterlambatan, apalagi tidak bayar gaji,” tegasnya.
Berikut adalah pernyataan Robert Alberts terkait penunggakan gaji saat melatih Arema pada 2009 silam:
“Saat saya datang ke Indonesia pada 2009 dan bergabung dengan Arema FC, mereka memiliki musim yang bagus. Namun, kami punya masalah besar di dalam klubnya,” ungkap Robert Alberts di kanal Youtube pribadinya.
“Saya sempat menolak untuk melatih beberapa kali karena gaji saya tidak dibayar. Kami bahkan pernah berhenti total, karena semua pemain pulang kampung, saya juga pulang kampung.”
“Gaji tidak dibayar, mereka (manajemen Arema FC) banyak janji (yang tidak ditepati). Lingkungan di dalam klub sangat tidak menyenangkan,” paparnya.
“Arema masih belum mebayar gaji saya, mereka hanya memberikan janji dan mengajak saya untuk kembali ke tim dengan kontrak baru. Tapi mereka tidak pernah melakukan itu, kami tidak pernah ada negosiasi, bahkan mereka tidak membayar gaji saya,” bongkar Robert Alberts.
“Suatu hari saya dapat telepon dari seseorang yang mengatakan akan membayar gaji saya pada hari itu juga. Tapi hal itu sudah terlambat karena saya sudah dalam proses negosiasi dengan PSM Makassar,” katanya menambahkan.
“Itu karena jelas mereka tidak punya manajemen yang bagus pada waktu itu. Saya juga sudah sepakat menjalani kontrak dengan PSM Makassar,” kata Robert.
“Kota Malang sangat indah, masyarakatnya sangat baik, Aremania juga sangat bagus. Jika kejadian itu tidak terjadi, saya mungkin masih berada di Malang. Tapi untuk kembali, saya pikir manajemen mereka kurang bagus.”
“Arema FC masih menjadi klub yang saya cintai karena membesarkan nama saya. Saya suka suporternya, saya suka Kota Malang, tetapi saya pikir saya tidak memiliki masa depan di sana,” tutupnya.
BERITA TERKAIT
Dibikin Kapok, Robert Alberts Bongkar Permasalahan Internal Arema
Vizcarra Ungkap Harapan dan Rencana Program Latihannya Selama Bulan Puasa
Esteban Vizcarra Siap Lahir Batin Menunaikan Ibadah Puasa


Discussion about this post